PKL Puncak Nekat, Satpol PP Salahkan Aparat di Wilayah

BOGOR, kabarsatu.com – Para pedagang di jalur Puncak yang sebelumnya terkena pembongkaran, kini sedikit demi sedikit mulai menjajakan dagangannya dengan menata kembali bangunannya meski tidak permanen. Pemandangan ini terlihat di beberapa titik di wilayah Megamendung dan Cisarua.

Menanggapi adanya hal tersebut, Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol-PP Kabupaten Bogor, Ruslan mengatakan, munculnya kembali para pedagang di jalur wisata Puncak karena kurangnya pengawasan pasca penertiban beberapa waktu lalu. Seharusnya, Unit Pol-PP Kecamatan segera melakukan teguran atau tindakan keras jika melihat ada pedagang kembali membangun lapaknya

Baca juga :  Wakapolri dan Kapolres Bogor Beri Semangat Atlet Paralayang

“Harusnya unit Pol-PP di kecamatan segera melakukan tindakan jika melihat ada upaya pedagang membuat lapak kembali, itu harus cepat ditindak, meski para pedagang hanya memasang terpal,” ujar Ruslan.

Tindakan cepat sangat dibutuhkan untuk membuat jalur wisata Puncak steril dari para PKL pasca penertiban lalu. Sebab jika dari awal tidak ada tindakan, ia khawatir keberadaanya kembali menjamur. “Karena kalau sudah banyak yang membangun kembali lapak, itu akan menjadi persoalan, jadi harus ditindak sejak awal,” ungkapnya.

Baca juga :  Warga Parungpanjang Gelar Aksi Simpatik

Meski demikian, ia mengakui, jika apa yang mereka lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara lahan relokasi yang seharusnya menjadi lokasi baru bagi mereka berjualan belum juga bisa ditempati. “Yang jelas, para pedagang yang membandel membangun kembali harus segera ditindak,” pungkasnya.

Sekedar kembali mengingatkan, Pemkab  sudah menerima lahan 1 hektar dari pengajuan permintaan lahan 5 Hektar milik PTPN, untuk tempat penampungan relokasi PKL dari perbatasan Cianjur hingga Taman Safari.  Sementara, rencananya relokasi bagi 54 bangunan di Naringgul itu akan menggunakan lahan seluas 1 hektar dari PT. Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP).

Baca juga :  Seminar Pelepasan KKN Tematik UPI Desa Galanggang

“Untuk rumah tinggal di Naringgul direlokasi ke lahan milik PT. SSBP, kita minta menyiapkan lahannya dan kabar terakhir perusahaan tersebut sudah siap untuk menyediakan lahan bagi rumah tinggal warga di Naringgul. Ketika tanah sudah siap dan mereka bisa memindahkan bangunannya sehingga tak harus dibongkar paksa,” pungkas Ketua Tim Penataan Kawasan Puncak ini.FUZ