PGRI Mendukung Keputusan Pemerintah Meniadakan UN Tahun 2020

PGRI Mendukung Keputusan Pemerintah Meniadakan UN Tahun 2020 1

JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia membuat Pemerintah RI mengambil keputusan meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Keputusan ini diambil tentu demi keselamatan dan kemaslahatan anak didik dan masyarakat luas.

Seperti diketahui, keputusan Kemendikbud berdasarkan rapat secara daring dengan DPR RI kemarin (Senin, 23/3/2020) kemudian dibawa dalam rapat terbatas kabinet dan telah diputuskan oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa, (24/3/2020).

Sehubungan hal tersebut, PGRI mendukung keputusan tersebut. Hal ini dikuatkan melalui rilis resminya yang dilayangkan dan diterima redaksi kabar1.com, Rabu (25/3/2020).

Dalam rilis tersebut, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd bersama Sekjen PB PGRI, Drs. Ali Arahim, M.Pd menyampaikan sejumlah sikap melalui beberapa poin. Diantaranya, yang pertama setuju dan mendukung keputusan pemerintah terkait peniadaan UN karena wabah Covid 19 diperkirakan masih akan melanda selama beberapa waktu ke depan, dan demi kemaslahatan masyarakat yang lebih luas.

Kedua, tentu keputusan ini sangat strategis demi menyelamatkan anak didik dari penularan covid-19, karena membiarkan anak ke luar rumah, mengumpulkannya dalam suatu ujian di sekolah sangat beresiko tertular covid-19. Hal terbaik dalam situasi saat ini adalah berdiam di rumah agar mengurangi meluasnya penyebaran wabah covid.

Poin ketiga, PGRI mengimbau agar dana yang telah dialokasikan untuk pelaksanaan UN dapat dialihkan untuk membantu penanganan wabah covid-19

Keempat, Dimohon pemerintah memberikan keleluasaan waktu bagi sekolah untuk mengadakan ujian sekolah hingga waktu yang aman dan setelah wabah ini mereda.

Kemudian yang kelima, PGRI berharap kerjasama yang baik antara guru, orang tua, dan pemerintah dalam memberikan layanan belajar yang menyenangkan bagi anak didik selama belajar di rumah. Guru dapat memberikan konten edukasi tentang covid-19 pada anak didik dan orang tua sehingga mereka dapat lebih memahami pentingnya mengurangi aktivitasnya di luar rumah.

Keenam, guru-guru agar dapat saling berkoordinasi di bawah arahan kepala sekolah agar dalam pemberian tugas tidak membebani siswa. Guru dapat saling berkolaborasi dan mengarahkan para siswa untuk mengerjakan tugas-tugas proyek yang bermakna.

Kemudian yang ketujuh, Belajar dari pengalaman ini, diharapkan Pemerintah sungguh-sungguh menyiapkan platform dan infrastruktur belajar daring sehingga dapat dilaksanakan lebih efektif di masa mendatang.

Pada poin berikutnya, PGRI berharap seluruh guru dapat membantu pemerintah memberikan dukungan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan berdiam di rumah sehingga mengurangi meluasnya penyebaran wabah covid-19.

Serta yang ke sembilan, PGRI memohon agar dinas pendidikan provinsi, kab/kota mengizinkan para guru bekerja dari rumah untuk meminimalisir risiko dan mengurangi penyebaran wabah covid-19 semakin meluas.

“Dengan bersatu, maka kita meyakini bahwa wabah ini dapat segera berlalu. Demikian sikap resmi PGRI ini disampaikan dan semoga segala ihtiar dan doa kita bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa senantiasa mendapatkan limpahan rahmatNya. Aamiin,” kata Ketua Umum PB PGRI, Priof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd diakhirnya rilisnya. FUZ

Pos terkait