Petani di Sukabumi Ancam Golput

SUKABUMI, kabar1.com – Warga Petani dari tiga desa yang tergabung di Paguyuban Petani Ex. PT. Tybar Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, membuat petisi Golput dan menyatakan tidak akan merayakan Pemilihan Umum(Pemilu), Senin, (9/4/2018).

Petisi tersebut ditandatangani para petani yang menggarap diatas lahan HGU (Hak Guna Usah) Ex. PT. Tybar. Dalam keterangan petisi tersebut, mereka akan melakukan golput itu untuk setiap ajang Pilkada dan Pilpres, dengan tujuan, supaya pihak pemerintah mau ikut turun tangan untuk menyelesaikan persoalan lahan HGU Ex. PT Tybar yang berlokasi di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.

“Kami dari tiga desa akan melakukan golput disetiap pemilihan bila pihak pemerintah terus berdiam diri seperti ini” Ungkap Subaeta, Ketua Paguyuban Petani Ex. Tybar disela-sela aksinya.

Baca juga :  Pencaker Banjiri Job Fair 2018, 6000 Loker Ditawarkan

“Ini dalah bentuk kekecewaan kami kepada pemerintah saat ini” tegasnya Subaeta.

Rencananya petisi itu akan dikirimkan langsung ke Bupati Sukabumi dengan harapan, supaya pihak pemerintah terketuk hatinya dan mau membantu menuntaskan permasalahan yang terus bergulir di wilayahnya.

“Kalau ini sudah ditandatangani semua, kami akan langsung kirimkan ke Pak Bupati” Ucapnya

Petani di Sukabumi Ancam Golput
Protes : Petani tengah melakukan aksi protes. | kabar1.com

Masih ditempat yang sama Habib A. Yazdi R  Alaydrus. SH tim dari LBH-NU (lembaga bantuan hukum nadhatul ulama) Cabang Palabuhanratu, sebagai pendamping paguyuban warga petani Ex. PT Tybar menegaskan, pihaknya akan meminta kejelasan dari pemerintah terkait tentang lahan yang 292 hektar yang sebelumnya di berikan kepada para penggarap.

“Kami ingin tahu siapa saja yang menerima lahan tersebut, sampai saat ini kami belum ada kejelasan” papar tim LBH-NU, Habib A. Yazdi R Alydrus. SH kepada wartawan.

Baca juga :  Forkowas Menggelar Media Gathering 2019 di Alam Terbuka

Sebelumnya pada tahun tahun 2012 Bupati Sukabumi telah mengeluarkan rekomndasi terkait SPH (surat pelepasan hak) nomor 590/2007/Tanah, yang akan diberikan kepada warga penggarap seluas 292 hektar dari jumlah keseluruhan 1.126,74 Hektar dilahan Ex. PT Tybar yang saat ini sudah dipatok PT BSI sebagai lahan penggati kawasan hutan di daerah Jawa Timur yang akan dijadikan lahan pertambangan.

Petani di Sukabumi Ancam Golput
Sepakat : Petani sepakat mengeluarkan petisi. | kabar1.com

Sekedar diketahui, PT. Bumi Suksesindo adalah salah satu anak perusahaan dari Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang didirikan tanggal 05 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya. Kantor pusat MDKA berlokasi di Gedung International Financial Centre Lt. 12A, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 22-23, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sedangkan lokasi izin pertambangan Anak Usaha berada di Bukit Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga :  Personil Polres Bogor Menjalani Vaksinasi Covid-19

PT Merdeka Copper Gold Tbk sendiri sahamnya dikuasai oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dan Invident Capital Indonesia yang keduanya didirikan oleh Sandiago Uno dan Soeryadjaya.

Duduk sebagai Presiden Komisaris mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, dan anak Hendro, Rony N Hendropriyono sebagai Direktur yang membidangi masalah Sosial dan Lingkungan Hidup serta komunitas masyarakat.

Tambang emas di Banyuwangi, Jawa Timur diklaim oleh Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Adi Ardiansyah Sjoekri, merupakan pertambangan emas terbesar kedua setelah tambang emas Freeport Indonesia di Papua, sedikit di atas pertambangan emas Batu Hijau milik PT Newmount Nusa Tenggara.STR






Pos terkait