Pertanyakan Peran Diskominfo

Home / Pemerintahan

Senin, 3 September 2018 - 20:10 WIB

BOGOR, kabar1.com – Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor Wawan Munawar Sidik angkat bicara soal kepergiaan Bupati Bogor, Nurhayanti ke sejumlah negara di benua biru. Menurutnya, tidak ada keharusan menginformasikan kegiatan tersebut karena itu (kepergian bupati) merupakan program dari pemerintah pusat. “Semua juga sudah dijelaskan oleh pa Sekda. Itu sudah cukup,” kata Wawan.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Yusfitriadi menyayangkan sikap yang dilakukan Pemkab Bogor yang seolah menutupi kegiatan Nurhayanti, Syarifah dan Yani Hasan itu. Menurut Yus, jika pergi keluar negeri merupakan agenda pemerintah, maka tidak perlu ditutup-tutupi.

Baca juga :  13 Desa di Kabupaten Bogor Diperiksa BPK

Namun ia menuding, kegiatan di luar negeri itu tidak menghasilkan apa-apa begitu mereka kembali ke Tanah Air. Sehingga agenda pun ditutup serapat mungkin agar luput dari kontrol masyarakat.

“Sudah puluhan kali pejabat berkunjung ke daerah lain atau ke luar negeri tapi tidak bisa diimplementasikan dalam wujud nyata yang bisa dirasakan masyarakat atau kinerja pemerintah yang lebih baik. Harusnya, kunjungan ke luar negeri dengan anggaran pemerintah itu bisa dikembangkan saat pulang,”cetus Yus.




tbn
Baca juga :  Gugus Tugas Covid-19 Segera Ajukan PSBB Untuk Wilayah Kabupaten Bogor

Ia menegaskan, keterbukaan informasi publik itu penting agar masyarakat agar bisa meminta pertanggungjawaban atas hasil kunjungan tersebut. “Penting diinformasikan kalau memang bukan urusan pribadi. Supaya ilmu yang didapat dari kunjungan itu bisa dikontrol oleh masyarakat,” tegasnya.

Baca juga :  Bupati Bogor Terima Kunjungan Komisi II DPR RI

Dia berharap Pemkab Bogor memiliki niat baik untuk tidak menutupi informasi apapun kepada masyarakat. Jika ditutupi, dia menaksir ada masalah atau ada kepentingan lain di luar milik Kabupaten Bogor dalam agenda itu.

“Saya pikir kalau ditutup-tutupi akan jadi banyak pertanyaan. Untuk kepentingan siapa pergi ke luar negeri? Untuk Kabupaten Bogor atau kepentingan siapa,” tandasnya.