Perpres Nomor 45 Tahun 2018, Proyeksikan Cekungan Bandung Sebagai Kawasan Kelas Dunia

Selasa, 17 Juli 2018 - 22:02 WIB

BANDUNG, kabar1.com – Sebagian besar daerah di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung merupakan pegunungan, di mana kawasan terbangunnya terletak pada daerah berupa cekungan dan memiliki keterbatasan fisik dalam pengembangannya, sehingga memerlukan pengaturan tata ruang.

 

Dengan diterbitkannya Perpres No 45 Tahun 2018, diharapkan mampu membangkitkan pengembangan kawasam Cekungan Bandung sesuai tata ruang agar menjadi kawasan kelas dunia. Hal ini disampaikan  Kementerian ATR/BPN melalui Ditjen Tata Ruang saat mensosialisasikan Perpres No 45 Tahun 2018 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat. (Selasa, 17 Juli 2018).

 

“Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung selain sebagai rencana untuk menahan _urban sprawl_ melalui konsep pembagian peran dan fungsi kota inti dan kota di sekitarnya, juga sebagai salah satu perangkat untuk mengendalikan alih fungsi tanah di hulu dengan menetapkan kawasan hulu sebagai kawasan lindung dan budidaya dengan intensitas rendah,” ucap Abdul Kamarzuki, Dirjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN.

Baca juga :  PT Sinar Berlian Auto Graha Cibinong Tebar Promo

 

Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung mempunyai 3 (tiga) peran utama di tingkat Nasional, yaitu (1) peran ekonomi di mana kawasan ini memberikan kontribusi 3,3% dari PDB Nasional; (2) peran lingkungan melalui konservasi air dan tanah; (3) serta peran perkotaan untuk menahan urban sprawl melalui konsep pembagian peran dan fungsi kota inti dan juga kota disekitarnya melalui pengembangan compact city.

Baca juga :  Arus Mudik Jalur Banten, Tim Medis Kerahkan Kekuatan Penuh

 

“Rancangan Perpres ini sudah sepuluh tahun lebih dirumuskan, wujudnya di tahun ini, 2018. Tiga metropolitan yang perlu diangkat menjadi area strategis, Jabodetabek, Metro Bandung, Metro Cirebon. Oleh sebab itu harapan adanya Perpres 45 (Nomor 45 Tahun 2018) dapat melengkapi sekaligus menata kawasan kota cekungan Bandung agar menjadi kawasan kelas dunia,” demikian disampaikan Yerry Yanuar, Kepala Bappeda, Provinsi Jawa Barat.

 

Perpres tersebut diharapkan menjadi acuan untuk implementasi Proyek Strategis Nasional, Citarum Harum, Kereta Cepat Jakarta-Bandung maupun isu-isu strategis lainnya.

 

Adapun delineasi kabupaten/kota pembentuk seluas 349.750 Ha yaitu 2 (dua) kota; Kota Bandung dan Kota Cimahi sebagai kawasan inti dan 3 (tiga) kabupaten; Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan sebagian Kabupaten Sumedang dengan total jumlah penduduk kurang lebih 8,97 juta jiwa pada tahun 2017.

Baca juga :  21 Negara Peserta GLF 2018 Akan Kunjungi Lebak

 

Diharapkan agar regulasi ini menjadi pedoman untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di kawasan cekungan bandung termasuk pengendalian sumber air agar tidak terjadi banjir.

 

Dalam acara sosialisasi yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Direktur Jenderal Tata Ruang turut hadir sebagai pembicara di antaranya perwakilan dari Sekretariat Kabinet, Badan Geologi, dan Bappeda Jawa Barat.CUY

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Daerah

Revitalisasi Sumpah Pemuda Bangun Kekuatan Mental Generasi Muda

Daerah

Bocah 7 Tahun Tersengat Listrik, PLN Cianjur Digeruduk Massa

Daerah

Pemkab tak Ada Uang, Kontingen Porda Terancam Dipulangkan

Daerah

Apdesi: Jumlah Positif Rapid Test Tinggi, Pemdes Agar Optimal Cegah Covid-19