Pengusaha Tambang Akhirnya Pasrah

9
istimewa

BOGOR, kabar1.com – Polemik yang muncul akibat sengkarut masalah tambang dan transportasi tambang yang menuai aksi demo penutupan jalan oleh warga Desa Jagabaya dan Desa Lumpang, memasuki babak baru.

Seperti diketahui, aksi demo warga beberaoa hari lalu mendapat perhatian setius dari Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat. Hal ini terbukti dengan digelarnya rapat gabungan antara semua pihak terkait galian tambang andesit, yang berlangsung selama dua hari berturut-turut di kawasan Tegar Beriman Cibinong.

Pasca rapat gabungan di Pemda Kab.Bogor, Muspika Kecamatan Parungpanjang, langsung melakukan pertemuan lanjutan di Aula Kecamatan Parungpanjang Jalan Moh. Toha Desa Parungpanjang, sekitar pukul 21.00 WIB Rabu (27/12/2017) malam.

Pertemuan yang berlangsung antara pihak quari (perusahaan tambang batu andesit-red) dengan masyarakat. “Pertemuan diadakan guna mendengarkan paparan tentang hasil rapat gabungan yang telah dilakukan sebelumnya di Aula Pendopo Pemda Kab. Bogor yang membahas perbaikan Jl. Raya Parungpanjang yang rusak.” ujar Kapolsek Parungpanjang Kompol Nurahim.

Dalam pertemuan tersebut, akhirnya pihak quari menerima keinginan warga akan adanya tanggungjawab untuk perbaikan dan perawatan jalan. Adapun isi kesepakatan mediasi tersebut diantaranya, membuat surat perjanjian yang berisi bahwa Gun Gun Pantja Budiman selaku Pimpro PT. Gunung Sampurna Makmur, mewakili anggota AQC yang berjumlah 21 Quary (PT. Tambang-red) di Kecamatan Cigudeg, menyanggupi dan bertanggung jawab untuk perbaikan dan perawatan jalan Caringin – Parungpanjang dengan waktu pekerjaan selama Januari – Maret 2018.

Adapun poin-poin perjanjian perawatan dan perbaikan jalan tersebut pertama, mrlakukan pengurugan jalan dengan material KW 1. Kedua, melakukan penyiraman jalan dengan 4 kendaraan tangki air.

Ketiga, mematuhi jam tayang yaitu pagi mulai jam 06.00 WIB sampai jam 09.00 WIB dan sore mulai jam 16.00 WIB sampai 19.00 WIB. Keempat, membentuk panitia perawatan jalan yang dibentuk pihak quari dan melibatkan masyarakat untuk kontrol.

Hasil kesepakatan lainnya yaitu, akanndilakukan pembukaan jalan setelah dipastikan pihak perusahaan tambang menandatangani kesepakatan-kesepakatan tersebut. Warga akan membuka jalan raya yang ditutup, agar truk tambang bisa melintas kembali, terutama truk tronton yang sudah ada muatannya dan sempat tertahan.

Warga akan mengawal langsung alat berat berupa eskavator dan fibro, guna membersihkan batu-batu dan lainnya yang merintangi dan menutupi jalan. Selanjutnya perbaikan jalan akan dilakukan secara rutin setiap hari.RIE

Komentar anda