Penguatan Karakter Lewat Seni Budaya Libatkan 50 Maestro

BOGOR, kabar1.com – Lagu Bogor Kota Kesayangan yang dinyanyikan puluhan siswa siswi SD Negeri Polisi 4 dengan pakaian tradisional menjadi pembuka dari Pagelaran Seni Pertunjukan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor.

Tak hanya paduan suara, tarian tradisional sunda, puisi sunda dan lainnya turut ditampilkan oleh siswa siswi dari tiga sekolah di Kota Bogor. Yakni, SD Negeri Polisi 4, SMP Negeri 3 dan SMA Negeri 2.

Menurut Anggota Tim Perumusan Balai Bahasa dan Kesenian Provinsi Jawa Barat Deni Herdiansah, pagelaran itu merupakan hasil dari 27 kali pertemuan seniman di sekolah. Khusus di Kota Bogor sendiri tiga sekolah yang ditunjuk dilatih langsung seniman asal Kota Bogor, salah satunya Seniman Ade Suarsa.

Baca juga :  Parung Panjang Kota Seribu Truk

“Dari Kemendikbud menunjuk 10 Provinsi salah satunya Provinsi Jabar. Dari Provinsi ditunjuk 50 sekolah di 14 kota/kabupaten di Jawa Barat. Satu sekolah itu satu seniman jadi total ada 50 seniman yang terlibat di GSMS,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, seniman yang terlibat di GSMS adalah para seniman atau maestro yang karyanya sudah dikenal. Mulai dari pelukis cat air yang sudah pameran di luar negeri Dodo Abdullah, Maestro Tari Irawati Durban, seniman teater lokal Sunda Dadi P. Subrata, Penari Topeng dari Cirebon Wangi Indriya serta seniman muda yang sudah menampakkan karier dan karyanya M. Malik, Maestro Angklung Ari Sungkawan yang sudah melatih Angklung di Jepang selama 15 tahun.

Baca juga :  Ngadu Bako Ala Dansektor 8 Dalam Menumbuhkan Kearifan Lokal Masyarakat Bantaran Citarum

“Nah, yang menarik dari Bogor seniman yang terlibat dan masuk ke sekolah dari seniman lokal asli Kota Bogor yang juga sudah terdengar gaung karyanya. Dan hal itu yang memang di inginkan,” ucap Deni.

Dijelaskan, bahwa program GSMS dari Kemendikbud pada dasarnya menargetkan pendidikan karakter siswa siswi di tengah abad kompetensi menuju kompetisi. Salah satu caranya dengan penguatan karakter melalui seni budaya, dan kearifan lokal, yang dapat mengajarkan kemampuan emosional dan intelektual sehingga pendidikan karakter bisa tumbuh.

Tak hanya pendidikan karakter, dari GSMS banyak seniman lokal yang sudah berkarya tetapi belum banyak dikenal masyarakat atau yang biasanya hanya dari panggung ke panggung atau pameran ke pameran unjuk gigi sekaligus memberikan sumbangsingnya kepada sekolah.

Baca juga :  Sektor 21 Gencar Tutup Saluran Limbah Pabrik

Harapan pihaknya, agar masyarakat bisa mengenal kesenian daerahnya masing-masing jangan sampai melupakan akar budayanya. Karena di tengah demam media sosial saat ini bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan kesenian budaya dan kearifan lokal.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengatakan, bahwa kegiatan sangat pentingnya untuk pelestarian dan pengembangan seni kearifan lokal di Kota Bogor. Diharapkan dapat membuat anak-anak lebih mencintai kesenian dari kearifan lokal yang juga dapat mengasah pendidikan karakter.

“Disparbud sangat terbantu dengan adanya GSMS ini. Kami berharap kementerian bisa terus mendorong perkembangan kesenian ditengah gencarnya game dan kebudayaan dari luar dan kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahun,” pungkasnya. (HRS)