Pengerjaan Jembatan Gantung Molor, Dipertanyakan

Pengerjaan Jembatan Gantung Molor, Dipertanyakan 1

“LSM Pemuda Akan Menggelar Aksi ke PUPR”

Ratusan masa aktivis yang tergabung dalam LSM Pematau Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah (Pemuda) telah menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa 7 Januari 2020, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Repulik Indonesia Jl. Patimura Jakarta Selatan.

Dalam orasinya yang di pimpin langsung oleh Koswara Ketua Umum LSM Pemyda dan Ungkap Marpaung Sekretaris Jenderal LSM Pemuda menyampaikan beberapa tuntutan.

Salah satunya, mereka menuntut agar Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Jawa Barat segera dicopot dari jabatannya karena dinilai telah menyalah gunakan kewenangan jabatannya,

Orasi yang berlangsung beberapa jam tersebut, kemudian perwakilan dari LSM Pemuda di terima oleh jajaran Inspektur Jenderal Kementrian PUPR dan Jajaran perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga untuk ber Audiensi.

Dalam audiensi tersebut, Koswara dan Ungkap Marpaung memaparkan terkait berbagai dugaan penyimpangan bernuansa pelanggaran hukum.

Diantaranya, diduga telah terjadi pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya itu, jajaran LSM Pemuda juga menyerahkan tiga berkas pelaporan yang di tujukan kepada Menteri PUPR, Itjen PUPR dan Dirjen Bina Marga.

Setelah selesai audiensi serta penyerahan berkas pelaporan, perwakilan LSM Pemuda keluar dari gedung Kementrian PUPR tersebut.

Terpantau, Koswara kembali orasi yang juga menginstruksikan kepada masa aksi untuk membubarkan diri dan kembali ke Bandung.

Bahkan, ratusan aktivis LSM Pemuda pun rencananya akan kembali mendatangi Kantor Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk berunjuk rasa.

“Aksi unjuk rasa lanjutan rencananya akan di gagas dalam waktu dekat. Itu, untuk menyuarakan terkait pembangunan jembatan gantung tahun anggaran 2019 yang tak kunjung selesai dikerjakan,” kata Koswara.

Ia menuturkan bahwa di Jawa Barat terdapat 4 (Empat) jembatan gantung yang dikerjakan oleh SATKER PJN III dengan menggunakan dana APBN 2019.

“Pekerjaan jembatan gantung tersebut berlokasi di Daerah, Cidaun, Cipatujah dan Kuningan Jawa Barat. Namun keempat paket pekerjaan jembatan gantung tersebut hingga saat ini belum rampung di kerjakan,” tutur dia.

Seharusnya, masyarakat saat ini sudah bisa menikmati fasilitas yang disediakan oleh negara berupa jembatan gantung tersebut.

Menurut informasi, kata dia, pekerjaan jembatan gantung yang tidak selesai tersebut bukan serta merta terhambat oleh bencana alam.

Namun, merupakan diduga kelalaian dan lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Jawa Barat.

Sehingga akhirnya pekerjaan jembatan gantung tahun anggaran 2019 tersebut molor dari waktu yang telah di tentukan, tahun ini sudah memasuki 2020.

“Sehingga, anggaran ataupun projek pemerintah baik yang menggunakan dana pusat atau pun daerah, seharusnya harus sudah terserap dan harus sudah terealisasi,” ujarnya. (Giw)***

Pos terkait