Pendekatan Baru Untuk Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala DUNIA 2022

92
Oleh : Harry Samputra Agus
Merujuk pada diperlukannya dukungan dalam dan luar negeri untuk terwujudnya Piala Dunia 2022 maka solusi terhadap masalah ini adalah pendekatan baru yang lebih holistik. Penekanan dalam karya dari insan sepak bola yang sesuai zaman dan konteks keadaban.
Suatu stigma yang menyatakan Indonesia belum mampu bekerja dan berkarya yang berkelas dunia, menyiapkan SDM dan sistem teknologis yang mendukungnya adalah salah langkah akibat tiadanya kepercayaan diri pejabat-pejabat Indonesia dulu dan aras kekinian
Mendidik dan mengajar  masyarakat melalui industri media merupakan kerja yang bemakna dan efektif. Membentuk reputasi negara dalam hadapi “bidding” yang kemungkinan diulang setelah Qatar melakukan kesalahan persiapan.
Keberhasilan  dan dukungan semua pihak diperlukan. Lobby dan diplomasi ke luar negeri telah dilakukan sejak tahun 2010. Saat ini masyarakat sepak bola Indonesia dan ikatan alumni #UniversitasIndonesia mengadakan misi muhibah ke Malaysia untuk bersinergi dengan media Malaysia sebagai tempat kantor pusat AFF dan AFC. Tiada lagi kecemasan yang tak perlu. Dukungan media didapatkan sebagai kesadaran berkomunikasi mencerdaskan. Sejarah dapat dituliskan kembali secara bersama-sama dan cara kolaboratif demi terlaksananya piala dunia FIFA di Indonesia menjadi keniscayaan. Mengambil pelajaran dari sejarah dan interaksi sosial yang terjadi di dunia dan pasar global.
Hubungan antara adanya tekanan di berbagai sendi-sendi bernegara dan sepak bola dapat menjadi daya ungkit peradaban baru di Indonesia menjadi kesadaran sosial dari masyarakat sepak bola Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dalam berjuang mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Daripada merujuk dan berupaya secara sporadis dan akan terjadi bahaya terbengkalainya perjuangan ini, pembangunan kesadaran akan kerja sama di semua ranah pemerintahan internal dan regional ASEAN dengan sinergi dinamis bersama masyarakat baik dunia bisnis maupun sosialnya yang mengikutinya. Masalah perilaku pejabat Indonesia masa lalu yang minus dan minder terhadap kemampuan bangsa sendiri saatnya diperbaiki dan ditebus. Akar dari solusi masalah adalah belum utuh dan jelasnya aspek legalitas yang dapat dilakukan dan yang tidak dalam mengkomunikasikan persiapan, agar tewujudnya piala dunia yang berkeadaban tinggi di Indonesia.
Perlu perubahan paradigma akan pendekatan kampanye piala dunia di Indonesia. Semangat kebersamaan ASEAN terungkap dalam dialog dengan Kesatuan Kebangsaan Wartawan Malaysia. Negara serumpun dan sejatinya terdekat sejarahnya dengan Indonesia. Konsep komunitas ASEAN perlu dibumikan dan mengajak negara-negara ASEAN mendukung dan saling melengkapi untuk terwujudnya maksud ini. Mari beraksi,berbicara dan bedialog. Suatu transformasi masyarakat ASEAN dengan penyelenggaraan piala dunia di Indonesia. Pemajuan upaya luhur ini dengan penggalangan kekuatan media di tataran regional. Dari Malaysia, perjuangan Indonesia didukung dan diapresiasi. Masyarakat ASEAN menjadi nyata dan bermakna dengan piala dunia
Kuala Lumpur Oktober 2017
#kabarindo_chairman

Komentar anda