Pemkab Bogor: THM dan Panti Pijat Gak Boleh Beroperasi Selama Ramadan

BOGOR, kabar1.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas terhadap Warung Makan, Tempat Hiburan Malam (THM) dan Panti Pijat yang beroperasi selama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Ruslan mengatakan, Bupati Bogor telah mengeluarkan himbauan penutupan sejumlah tempat kegiatan penunjang pariwisata yang telah dituangkan dalam surat nomor 331.1/796-Satpol PP.

“Dalam rangka menjaga ketentraman dan ketertiban umum selama bulan puasa, telah dihimbau kepada semua pengelola THM dan panti pijat tidak beroperasi,” ujar Ruslan.

Ia menegaskan, pihaknya akan memberlakukan sanksi tegas terhadap para pihak yang tidak mengindahkan himbauan orang nomor satu di lembaga eksekutif Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Baca juga :  Pedagang Cingcau Ditertibkan Satpol PP Kabupaten Cianjur

“Bagi pihak yang tidak mengindahkan himbauan itu akan kami lakukan penyegelan penghentian kegiatan, jika tempat tersebut memiliki ijin operasional. Bagi yang tak berijin, akan kami buka segel setelah perijinannya ditempuh dan keluar,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, himbauan Bupati Bogor juga berlaku untuk semua rumah makan yang ada di Kabupaten Bogor. “Rumah makan baru boleh buka itu mulai jam 4 sore sampai 9 malam dan jam 2 sampai 4 subuh,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan melangsungkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik wilayah Bumi Tegar Beriman. “Kami akan gencar melakukan sidak selama bulan puasa. Hal ini guna memberika kenyamanan dan keamanan bagi para pihak yang menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.

Baca juga :  Jika Terbukti Cemari Sungai, Izin Perusahaan Ini Bakal Dicabut

Dilain pihak, surat imbauan Bupati Bogor mulai disebar Unit Pol-PP Kecamatan Megamendung ke semua Hotel dan Restauran yang ada di wilayah kerjanya. Himbauan tersebut terkait tutup dan bukanya restauran atau rumah makan serta aktifitas yang bisa membatalkan puasa.

Hal ini mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Perda Kabupaten Bogor Nomor 10 Tahun 2012 tentang izin gangguan, Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang kepariwisataan dan Perbup Bogor Nomor 59 Tahun 2013 tentang penyelenggara usaha pariwisata, serta Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Sakralnya bulan tersebut, mendorong pemerintah untuk melakukan himbauan terhadap berhentinya aktifitas yang bisa membatalkan puasa, termasuk kegiatan yang bersifat hiburan pada malam hari.

Baca juga :  24 Kampung di Kabupaten Bogor Masih Terisolir

Dalam himbauan tersebut, rumah makan dihimbau untuk tutup pada pukul 4.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, dan dihimbau buka mulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 3.00 WIB. “Hal itu sebagai upaya pemerintah dalam menghormati orang yang berpuasa, memang sudah selayaknya apabila warung nasi atau rumah makan, tutup pada siang hari,” ujar Kaunit Pol-PP Kecamatan Megamendung, Iwan Relawan kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).

Ia juga mengatakan, akan terus melakukan pemantauan, agar apa yang sudah dihimbau dapat terlaksana.”Kalau memang ada yang masih ngeyel,kami akan menegurnya,” ungkapnya.

Menanggapi himbauan tersebut, pedagang nasi di wilayah Megamendung berkomitment akan tutup. “Yah jelas kami akan tutup,demi kenyamanan bersama,” ujar Wahyu.FUZ