Pemkab Bogor Panggil Pengusaha Tambang Parung Panjang

BOGOR, kabar1.com – 21 perusahaan tambang yang menggunakan Jalan Lumpang-Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, akhirnya dipanggil Pemerintah Kabupaten Bogor, Rabu (27/12/2017). Bersama jajaran Muspida, para pengusaha ini melakukan tatap muka sekaligus membahas permasalahan konflik yang terjadi dengan warga di kawasan perbatasan tersebut.

Informasi yang diperoleh kabar1.com, pertemuan ini digelar pada pukul 09.50 WIB di Pendopo Bupati Komplek Pemkab Bogor Kel Tengah Kec Cibinong, dipimpin oleh Sekda Kab Bogor, Adang Suptandar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, lk 50 orang, Dandim 0621 Kab. Bogor Letkol. Inf. Fransisco, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky PG, Wakapolres Bogor Kompol Eko Prasetyo, S.I.K, Kabag Ops Polres Bogor Kompol Faisal Pasaribu, S.IK, Kasdim 0621/Kab Bogor Mayor Inf Suntoro, Pasi Intel Dim 0621/Kab Bogor Lettu Inf Rahmat Shaleh, KBO Intelkam Polres Bogor Iptu Irwansyah, Kasat Lantas Polres Bogor AKP HASBY RISTAMA, S.I.K, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan, S.I.K, Kasat pol PP Kab Bogor sdr Herdiyana, Kades Parung Panjang Hj Nina, Kades Lumpang Caning, Kades Jagabaya Rohayati, Kasi Pengawasan DLLAJ, Bisma, Dansubdenpom Cbng Lettu CPM Mandala Putra dan Kadis PUPR Kab Bogor sdr Rustandi serta Anggota DPRD Kab Bogor Egi Gunardi Wibawa (PDIP) bersama tomas Rumpin sdr Mat Sholeh.

Baca juga :  Giliran Ombudsman Soroti Bupati Bogor

Sedangkan dari Pengusaha tambang (galian C)/Asoaiasi Quary, hadie PT. Pentagon Purnama Swasta sdr Sony Simanjuntak, PT. Windu Analesif Utama sdr Sumarno Hadi, PT. Aloma Wangi sdr Dadi, PT. Pion Quary Nusantara sdr Sudrajat, PT. BGM sdr B Wijanarko, PT. Batu Tama sdr Dedy Saefudin, PT. Sudamanik sdr Tamsil Ali, PT. BSM – Rumpin sdr Saeful Zanan,
PT. Andal sdr Agus n sdr Amran, PT. Tata Batu Manunggal sdr Budi Hermawan, PT. Desira Guna Utama sdr Yaya Ali Ikhsan, PT. Dewi Mayang Manik sdr M Komarudin, PT. Bara Jaya sdr Dji Dji, PT. Sinar Mandiri Mitra Sejati sdri Nurmalita, PT. Gunung Sampurna Makmur sdr Gungun Pantja, PT. Gumay Masjaya Indah sdr Wen Tjong, PT. Lotus sdr A Didik, PT. Holcim sdr Wawan, PT. LLT sdr Supriyanto, PT. BSP sdr Maryam dan PT. NSM sdri E Diah Pitaloka.

Baca juga :  Kapolres Gelar Mediasi dengan Warga Parung Panjang

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Kab Bogor, Adang Suptandar mengatakan, tuntutan masyarakat hanya minta perbaikan jalan. Ia juga menyebut bahwa jalan tersebut adalah jalan propinsi bukan jalan nasional. “Perbaikannya juga melewati program propinsi. Kapasitas jalan yang dilewati kendaraan melebihi tonase yang sudah ditentukan akibatnya mempercepat rusaknya kondisi jalan. Sering juga terjadi dan ditemukan dilapangan sopir yang belum cukup umur mengendarai kendaraan besar sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari berakibat kerugian jiwa bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Baca juga :  'Saya Tidak Kuat Menerima Kabar Itu’

Atas dasar itu, Sekda berharap ada aturan jam tayang atau jam operasional bagi kendaraan tronton pengakut hasil tambang.

Sementara itu, Kapolres Bogor, menuturkan
Beberapa bulan terakhir sudah ada riak riak terkait masalah jalan tambang Bunar Parung Panjang. Pihak keamanan sudah mengantisipasi gejolak kabtibmas terkait dengan kerusakan jalan tersebut. “Tonase yang melebihi kekuatan jalan akan merusak jalan secepat mungkin, sehingga belum waktunya di perbaiki harus diperbaiki,” ungkapnya.

Senada, Dandim 0621/Kab Bogor, berharap pihak perusahaan dan warga harus saling mengerti dan memahami. “Saya tidak mau masyarakat menderita kesusahan dan kesulitan apalagi ada yang meninggal diakibatkan jalan rusak oleh penggunaan jalan yang melebihi tonasenya. Jangan sampai kejadian ini berlarut, pengusaha yang menikmati hasilnya sementara warga sekitar yang merasakan sengsaranya dan aparat menjadi disibukkan karena tidak disiplinnya pengusaha dalam aturan tonase kendaraan di jalan,” tegasnya.FUZ