BOGOR, www.kabar1.com – Tak dianggarkannya proyek Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) oleh Pemkab Bogor, menuai reaksi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya.

Politisi Partai Demokrat ini mempertanyakan keseriusan Pemkab Bogor dalam membangun infrastruktur khsusunya Jalan Raya Bomang. Menurutnya, gagalnya 9 paket DAK lalu memberikan dampak yang begitu besar, karena proyek ini (Bomang-red) awalnya merupakan proyek yang diprioritaskan.

“Jangan-jangan  urusan jalan di Bojong-Kemang itu memang dianggap tak penting dan bukan prioritas. Nanti kita lihat secara utuh, sebetulnya apa yang jadi prioritas pembangunan di Kabupaten Bogor itu, apakah perbaikan jalan rusak atau ada hal lain,” kata Wahyu saat dihubungi melalui telepon selulernya, belum lama ini.

Wahyu menilai, janji Pemkab Bogor yang akan memback-up 9 paket proyek DAK senilai Rp 98 miliar dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Kabupaten Bogor, akan mengorbankan atau mengkanibalkan program pembangunan lainnya yang nilainya setara.

Artinya, sambung dia, ketika Pemkab Bogor kini memfokuskan diri untuk ‘menebus dosa’ kepada masyarakat dengan berjanji akan menganggarkan kembali 9 paket DAK yang gagal, akan banyak program pembangunan yang diabaikan demi tertutupnya proyek ini.

“Hal ini sangat mungkin terjadi. Karena kalau dulu pakai uang dari pusat, sekarang kan  pakai uang sendiri maka pasti akan mengurangi kegiatan yang lain juga kan?. Apakah jalan raya Bomang salah satu yang dikanibal? Saya tidak tahu persis,” ungkapnya.

Pria yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat ini pun mengatakan bahwa ini merupakan kecerobohan para pegawai Pemkab Bogor. “Tapi inilah dampak kecerobohan aparatur birokrasi melehoy yang saya khawatirkan itu. Rakyat juga yang jadi korbannya. Ini harus terus dievaluasi,” tukasnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor tak menganggarkan proyek Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) ditahun 2018. Hal ini disinyalir dikarenakan ketidakmampuan anggaran Pemkab Bogor saat ini.

Proyek senilai Rp75 miliar yang awal anggarannya berasal Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut kini dibiarkan mangkrak. Sebab, selain proyek Bomang, Pemkab Bogor pun harus memutar otak dengan memback-up 8 paket proyek DAK yang juga gagal namun dijanjikan akan digantikan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.FUZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Regulasi Tarif Online Belum Berlaku di Kabupaten Bogor

BOGOR, www.kabar1.com – Aturan tarif taksi online yang resmi dikeluarkan Kementerian Perhubungan…

Cegah Dini Narkoba Kalangan Pelajar, Mendikbud dan BNN Saling Bersinergis

JAKARTA, www.kabar1.com – Kemendikbud dan BNN RI akhirnya melakukan sinergisitas sebagai upaya…

Parung Panjang Surganya Pengusaha Nakal

BOGOR, kabarsatu.com– Terletak di perbatasan wilayah, Kecamatan Parung Panjang memang luput dari…

Kabupaten Termaju yang On The Track

BOGOR, www.kabar1.com – Misi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia sepertinya…