Pelayanan One Day Service Disdukcapil Diklaim Pencitraan

CIBINONG, kabar1.com – Miris, pelayanan One Day Service yang diterapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor terkesan hanya pencitraan semata. Pasalnya, penerapan pelayanan tersebut saat ini diberlakukan pelayanan pengambilan nomor antrian terlebih dulu tanpa langsung dapat dilayani oleh dinas tersebut.

hal ini dikatakan Harun warga desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja yang hendak melakukan permohonan pembuatan akte kelahiran anaknya.

Baca juga :  Peran Pemuda Kota Tangsel Belum Optimal, Ini Solusi Dispora

“Ampun, dengan kebijakan kepemimpinan Disdukcapil Kabupaten Bogor yang saat ini,” ucap Harun di kantor disdikcapil Kabupaten Bogor, Selasa (24/10/2017).

Menurtnya, kebijakan yang diterapkan Oetje Subagdja selaku kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor dinilai menyulitkan masyarakat.

“Jadi hari ini harus ngambil nomor antrian dulu. Kalau sudah dapat nanti ada tanggal yang tertera untuk saya datang kembali mengajukan berkas persyaratannya. Apa ini yang disebut one day service, menurut saya program itu cuma pencitraan doang bulshit sehari bikin akte langsung jadi,” jelas harun.

Baca juga :  Ada Pungli, BPN: Desa Pasir Kacapi Tidak Masuk Program PTSL!

Selain itu, sambung dia, bila merujuk terhadap UU nomor 24 tentang administrasi kependudukan dijelaskan hanya 14 hari masa kerja.

“Dari aturan perundang-undangan itu kan jelas. Lah kok ini malah seperti ini aturannya. Enggak jelas,” ucapnya.

Terpisah, Salahsatu Staff dibagian loket pelayanan akte kelahiran yang enggan disebut namanya mengungkapkan, bila sistem one day service itu dimana jika setiap pemohon telah memiliki nomor antrian dan melengkapi berkas sesuai prosedur.

Baca juga :  Bersama Cegah Covid-19, ILMI Jabar Berikan Madu untuk Tim┬áMedis di RSU dr. Slamet Garut

“Yang dimaksud one day service itu kan jika pemohon sudah memiliki nomor antrian dan berkas telah lengkap sesuai aturan. Jika tidak lengkap yah kita pending alias ditolak,” singkatnya. (Rul)