PD PPJ Segera Ambil Alih Pasar Induk Kemang

9

BOGOR, Kabar1.com – Perusahaan Daerah Pakuan Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor dalam waktu dekat berencana mengambil alih pengelolaan pasar Induk Kemang yang berada di bilangan Jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor.

Direktur Operasional PD PPJ Kota Bogor, Syuhairi Nasution mengaku bahwa aset pasar Induk Kemang seluas sekitar 3 hektar memang belum diserahkan ke Pemkot Bogor. Namun, untuk pengelolaan sendiri telah diserahkan ke PD PPJ sesuai SK Walikota Bogor nomor 591.45-14/2012 dikeluarkan tanggal 20 Desember 2012.

“Isi SK adalah penyerahan pengelolaan Pasar Induk Kemang ke PD Pasar Pakuan Jaya. Jadi, sejak tahun 2012 sampai sekarang belum bisa mewujudkan amanah SK. Kami tidak tahu kendalanya apa yang lalu sebelum kami,” kata Syuhairi, Selasa (21/11/2017).

Setelah dievaluasi, PD PPJ menyatakan dalam waktu dekat akan segera mengelola pasar induk Kemang tersebut. Langkah yang dilakukan, diantaranya membentuk tim pengambilalihan pengelolaan yang selama ini dikelola oleh PT Galvindo.

Menurutnya, berdasarkan perjanjian kerjasama PT. Galvindo dengan Pemkot Bogor, bahwa pengelolaan Pasar Induk Kemang itu diserahkan ke Pemkot Bogor tahun 2007. Namun, PT. Galvindo sendiri belum juga menyerahkan alasannya masih ada kios yang belum terjual.

“Sementara informasi yang kami dapat dilapangan, kios disana disewakan ke pihak lain. Jadi tidak ada alasan untuk menunda-nunda lagi, karena semakin lama kerugian negara akan semakin besar. Soal angkanya masih pendataan kami, nanti disampaikan,” imbuhnya.

Syuhairi menandaskan, usaha PD PPJ selain membentuk tim pengambilalihan pengelolaan pasar, juga akan membentuk susunan organisasi unit yang nantinya akan mengelola pasar Induk Kemang.

Terpisah, Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, Rifki Mubarok membenarkan semejak pasar Induk Kemang itu selesai dibangun tahun 2001, PT. Galvindo hingga saat ini belum menyerahkan pengelolaan ke Pemkot Bogor.

“Yah, kalau berdasarkan perjanjian kerjasama setelah enam tahun (masa penjualan) sejak selesai pembangunan, pengelolaan diserahkan ke Pemkot Bogor. PT. Galvindo belum menyerahkan karena merasa kios-kios belum terjual semua,” ungkapnya.

Rifki juga menjelaskan, bahwa status pasar tersebut hak guna bangunan (HGB) di atas lahan dengan hak pengelolaan (HPL) selama 25 tahun. (HRS)

Komentar anda