Home / Internasional / Nasional / Pembangunan / Pemerintahan

Selasa, 25 Februari 2020 - 17:27 WIB

PBB Undang BNN RI

JAKARTA – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga internasional dibentuk untuk dapat menangani permasalahan hukum internasional, pengamanan internasional, perlindungan sosial bangsa-bangsa di seluruh dunia, kembali mengadakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan di kota Geneva Switzerland di awal tahun 2020.

Event pertemuan Internasional di Geneve ini dihadiri perwakilan dari seluruh negara anggota dan para diplomat asing. Tampak hadir pada pertemuan tersebut, tiga orang diplomat Internasional yang sudah dikenal masyarakat dunia yaitu Menteri luar negeri Denmark Jeppe Kofod, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Hak Asasi Manusia Maroko Mustafa Al Ramid yang memberikan kata kata sambutan.

Baca juga :  21 Pejabat Baru Isi Posisi Strategis BNN RI

Salah satu agenda pada pertemuan tersebut adalah Side Event Session of Human Right Council yang di laksanakan di ruang Palais De Nation dengan mengundang empat orang panelis dari empat negara yaitu Agus Irianto didamping tiga panelis lainnya Ramses Robert Elelano dari Angola, Jillian Dempster dari New Zealand dan Rupert Skillbeck dari Redress, dimana masing masing panelis diberikan waktu untuk berbicara tentang pengalaman masing-masing dari negara yang bersangkutan.

Delegasi Indonesia Agus Irianto sendiri saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi (Kapuslitdatin) BNN RI. Agus Irianto merupakan Perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal yang berpengalaman dalam penegakan hukum dan memiliki track record serta pengalaman yang sangat luas baik di tingkat Nasional maupun Internasional.

Baca juga :  Kasus Kecelakaan Samsul Arifin Bakal Berlanjut Ke Ranah Hukum

Pada pemaparannya di hadapan ratusan delegasi negara anggota PBB tersebut, Kapuslitdatin BNN RI menyampaikan bagaimana pelaksanaan kebijakan Indonesia tentang proses penyelidikan dan penyidikan yang berdasarkan scientific based investigation bukan mengejar pengakuan tersangka, yang saat ini diterapkan dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang di lakukan di negara Indonesia.

Penerapan “Non Coercive Invertigating Interviewing“ yang menjadi materi pemaparan Agus Irianto disampaikan dengan lugas dan menarik karena berdasarkan pengalaman langsung yang bersangkutan selama bertugas menangani berbagai kasus besar yang pernah ditanganinya.

Baca juga :  Kantor Kejari Tangsel Diresmikan

Bekal pengalamannya selaku penyidik senior Polri dalam menangani berbagai macam kasus pidana dan pengetahuannya yang sangat luas tentang kebijakan-kebijakan penegakan hukum Indonesia yang menerapkan prinsip prinsip internasional Hak Asasi Manusia mampu disampaikan dengan baik dan menarik.

Di akhir penjelasannya sebagai pemateri yang mewakili negara Indonesia, Agus Irianto mendapatkan apresiasi dan applaus yang luar biasa dari seluruh hadirin yang merupakan perwakilan delegasi dari seluruh bangsa di dunia. Hal ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya BNN RI. */

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Pemerintahan

Aher Tuding Pengembang Perumahan Biang Kerok

Advertorial

Pemkab Bogor Dikritik

Pemerintahan

Kampung Sikantor Tak Layak Dihuni

Pemerintahan

Bupati Yanti Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018