Pastikan Tak Ada Limbah Keluar Dari PT MCAB, Satgas Sektor 7 Tutup Saluran Lagi

  • Bagikan

DAYEUHKOLOT, kabar1.com – Pastikan tak ada lagi limbah kotor yang mengalir ke sungai Citarum, Satgas Citarum Sektor 7 menutup saluran pembuangan limbah lain dari IPAL Terpadu milik PT MCAB, jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (5/8).

Menurut Dansektor 7, Kol Kav Purwadi menerangkan bahwa, sesuai komitmen awal setelah ditutup saluran pembuangan limbah IPAL Terpadu PT MCAB, pada tanggal 23-24 Juli 2018 lalu. Pihak manajemen akan menghentikan kegiatan selama perbaikan IPAL. “Tapi kenyataannya, pada hari Sabtu (4/8) anggota satgas menemukan lubang pembuangan limbah menggelontorkan limbah berwarna hitam pekat,” ujarnya.

“Anggota satgas melampirkan bukti berupa foto dan video, selanjutnya dilaporkan ke komando atas, bahwa hari ini (minggu, 5/8) dilakukan penutupan pada saluran tersebut,” tambah Dansektor 7.

Baca juga :  Jalan Pasar Parung Kembali Dipadati PKL

Atas dasar itu, lanjut Purwadi, menunjukkan bahwa pengelola tidak sesuai komitmen karena lubang yang diperuntukkan untuk trial (uji coba) alat pengolah limbah masih juga mengeluarkan limbah yang hitam pekat. “Katanya buat trial, tapi yang keluar koq limbah hitam pekat, apakah itu dari pengolahan atau limbah pabrik yang ditampung dan langsung dibuang,” ungkap Kol Kav Purwadi.

“Kalo masih seperti itu sama saja menyepelekan satgas. Jadi dengan penutupan ini untuk memastikan tak ada lagi limbah tak sesuai dari IPAL komunal mengalir ke sungai citarum,” tegasnya.

Baca juga :  Inah Mengadu, Majikan Kasar Dan Tak Bayar Upah Selama Tiga Tahun Kerja¬†

Sementara, Dirut PT MCAB, Lucky Tjandradinata yang kebetulan sedang berada di lokasi mengaku tak menduga jika Satgas Sektor 7 dibawah Dansektor Kol Kav Purwadi kembali menutup saluran pembuangan lain yang ada di lingkungan IPAL terpadu yang menampung 24 pabrik di Dayeuhkolot.

“Kaget pisan,” tukas Lucky Tjandradinata yang akrab disapa Aan.

Dirinya menjelaskan sebelumnya, bahwa setelah penutupan pertama kali (23-24 Juli) pihak manajemen sudah melakukan pembangunan instalasi tambahan berupa DAF (Dissolved Air Floatation) sebanyak tiga buah, dengan kapasitas masing-masing 3500 meter kubik. “Ada tambahan penampungan pengolahan limbah sebanyak 10.500 meter kubik dari 3 buah DAF,” ujarnya.

Baca juga :  Warga Parungpanjang Gelar Aksi Simpatik

“Sudah beberapa hari ini kami sudah menguji coba (trial) satu buah DAF, kalo hasilnya baik kita akan uji coba di dua DAF lainnya. Jadi dengan tambahan pengolahan limbah sebanyak 10.500 meter kubik dari tiga DAF, ditambah 7.000 meter kubik dari alat pengolahan yang sudah ada, bisa menampung 17.500 meter kubik limbah yang akan diolah,” terangnya.

Namun, belum selesai masa uji coba penambahan alat pengolahan limbah yang baru, saluran pembuangan lain dari IPAL Terpadu aset milik Pusair ini kembali ditutup Satgas Citarum Sektor 7. CUY






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *