Parung Panjang Surganya Pengusaha Nakal

Home / Daerah / Pemerintahan / Potensi Wilayah

Jumat, 22 September 2017 - 12:42 WIB

BOGOR, kabarsatu.com– Terletak di perbatasan wilayah, Kecamatan Parung Panjang memang luput dari ragam pengawasan. Lokasi yang ‘strategis’ karena menjadi tapal batas, tak hanya bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tapi juga Provinsi Jawa Barat, rupanya banyak disalahgunakan oleh sejumlah pengusaha nakal.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”11″ awb_image_size=”full” awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.2″ awb_parallax_mobile=”true”]

 

 

tbn

 

 

 

 

 

 

 

[/nk_awb]

Tak hanya berani mengangkangi perizinan, pengusaha ini juga seakan tak perduli dengan keluhan warga sekitar. Ironisnya, kondisi ini, seakan didiamkan oleh pejabat pemerintahan setempat yang sejatinya menjadi kepanjangan tangan dari otoritas pemerintah daerah.

Baca juga :  Bupati Bogor Hadiri Sidang Paripurna Hari Jadi Bogor Ke-536 Tahun

Salah satu perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran itu, adalah perusahan pakan ayam yang terletak di Kampung Lumpang, Desa Lumpang. Selain tak terawasi secara detail mengenai proses pembuatan yang seharusnya memenuhi ragam unsur persyaratan yang telah ditentukan, pabrik ini juga disinyalir belum mengantungi izin operasi.

Padahal, keberadaan perusahaan ini banyak dikeluhkan warga. Terutama pencemaran udara yang timbul akibat proses pembuatan pakan ayam hasil produksinya. Namun sayang, hingga saat ini, pihak pemerintah setempat baru melayangkan teguran.

Baca juga :  Tak Hanya Jalan, Tonase Truk di Parung Panjang juga Timbulkan Ispa

Hal ini, dikatakan Sekcam Parungpanjang, Icang Aliyudin, Kepada Wartawan.com, saat di temui diruangan nya, Jumat (27/9). “Kita sudah memberikan surat teguran yang ke dua. Kalau tida ada tanggapan dari pihak perusahan dalam beberapa hari kedepan kita akan layangkan surat ketiga, baru kita lakukan penutupan,” katanya.

Baca juga :  Mendagri Buka Jambore Nasional (Jamnas) Kebangsaan dan Wirausaha

Menurutnya, pihak pemerintah Desa khusus nya Kepala Desa Lumpang, harus nya melaporkan lebih cepat terkait adanya keluhan dari warga, terkait keberadaan perusahan di wilahnya tersebut, dan meresahkan warga setempat, kata Icang.

Selain itu, lanjut Icang mengatakan, Pabrik batik  belum mempunyai izin sapai saat ini.
Bahkan, pabrik tulang juga belum ada izin nya, sudah kita tegur melalui surat, nanti kita akan koordinasi dengan satpol-PP Kabupaten Bogor, terkait persoalan ini,” katanya.MY