Parung Panjang Kota Seribu Truk

105

BOGOR, kabar1.com – Miris memang, meski sudah berkali kali upaya pemerintah Pusat, pemerintah Propinsi Jawa Barat maupun pemerintah Kabupaten Bogor, selalu memperbaiki jalan raya Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, namun tetap saja berakhir hancur lantaran kapasitas truk yang lalu lalang mengangkut hasil galian alam seperti batu, teras maupun pasir yang beratnya bisa melebihi 35 ton, membuat kekuatan badan jalan jadi berusia singkat.

Padahal, jalan sepanjang 23 Kilometer tersebut, fungsinya sangat penting bagi masyarakat, tetapi akibat tidak adanya ketegasan dari pemerintah Kecamatan Parung Panjang bersama pihak terkait Dinas Perhubungan, mau tak mau kehadiran Truk dengan tonase cukup besar, kini semakin menjadi jadi, buntutnya, ya tak ayal lagi, wilayah Parung Panjang kini dijuluki oleh warganya sendiri sebagai kota Seribu truk.

“Dan yang lebih parah lagi, tak sedikit truk yang keberadaannya udah bobrok alias tak layak jalan juga banyak beroperasi, akibatnya sering mogok dan mengkibatkan kemacetan panjang, jelas ini sangat mengganggu sekali.”kata H. Tohir, tokoh masyarakat Parung Panjang.

Tohir, menilai, pemerintah Kecamatan Parung Panjang, cuma berani tegas kepada truk truk jenis buaya saja yang kapasitasnya lebih kecil, sedangkan truk berukuran besar, tetap dibiarkan nyaman. “Inikan pilih namanya.”tudingnya.

Masih kata H. Tohir, yang paling benar benar menyebalkan dirinya, menurutnya pihak terkait yakni Dinas Perhubungan kabupaten Bogor, tidak mau menyediakan angkutan mobil derek di kawasan jalan dimaksud. “Sehingga apabila ada truk yang tak layak jalan mengalami mogok, jalan akan kembali jalan bila truk tersebut sudah diperbaiki di tengah jalan hingga memakan waktu berjam jam lamanya. Apa sih susahnya mengkondisikan angkutan mobil derek diParung Panjang, jangan justru yang kena getahnya adalah masyarakat, inikan lalai namanya.”tukasnya.

Hal senada juga di utarakan Mustakiem Warga Parung Panjang. Menurut dia, perhatian dari pihak terkait terhadap pembatasan truk yang masuk dari Tanggerang menuju ParungPanjang, Cigudeg maupun ke Rumpin begitupun sebaliknya, diperkirakan kini jumlahnya mencapai seribu truk.

“Karena tidak adanya upaya membatasi truk tonasse yang lewat, serta adanya kesan pembiaran terhadap truk truk yang tak layak jalan dibiarkan terus beroperasi, kini kondisi arus lalu lintas di jalan Raya ParungPanjang semakin hari semakin amburadul.”pungkasnya.FUZ

Komentar anda