Parung Panjang Gak Akan Pilih Dedy Mizwar Jadi Gubernur Jawa Barat

BOGOR, kabar1.com – Pesta demokrasi warga Jawa Barat memang masih lama. Namun, tak dipungkiri, konstelasi politik sudah mulai memanas. Bahkan, suhu politik lewat manuver-manuver sejumlah partai pun mulai berani buka sokongan dan seruan berkoalisi.

Imbasnya, disisi figur, beberapa nama pun mencuat ke permukaan. Sebut saja Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi hingga sosok baru tapi lama, macam Ahmad Syaikhu dan tak luput sang incumbent, Dedy Mizwar.

Namun dari nama-nama tersebut, nama Dedy Mizwar rupanya tak begitu diperhitungkan warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Mereka bahkan sudah mengambil janji, tak akan memilih sang Jenderal Naga Bonar ini jika benar kembali maju dalam percaturan politik di kancah Pilkada Jabar 2018 mendatang. Wajar jika warga diperbatasan ini kecewa. Sikap mereka bukan tanpa alasan.

Baca juga :  ZM Tinggal Menunggu Pendamping

“Kami tak akan memilih dia (Demiz-red). Mana janjinya yang akan membereskan masalah truk bertonase di Parung Panjang. Sampai detik ini, dia tak mampu. Buktinya, kami masih menghirup debu setiap hari. Banyak warga Parung Panjang yang terserang penyakit Ispa, tak sedikit pula yang harus meregang nyawa akibat kerusakan jalan yang ditimbulkan truk bertonase. Padahal jelas, mereka menyalahi aturan dengan melintas di jalan provinsi yang seharusnya bisa dinikmati dengan nyaman oleh warga,” gerutu Makmun salah seorang warga Parung Panjang.

Baca juga :  Ini Rupanya Penyebab Kemacetan di Bogor

Ia pun menagih janji Demiz yang pernah datang ke Parung Panjang tak lama setelah aksi demo besar-besaran yang dilakukan warga. “Mana buktinya? Tak ada imbas apapun. 3000 truk pengangkut tambang masih bebas hilir mudik disini,” geramnya seraya mengingatkan kembali janji-janji sang Jenderal Naga Bonar yang saat itu begitu mudahnya berucap akan segera membereskan permasalahan yang membelenggu warga Parung Panjang.

Baca juga :  Banggar dan TAPD Renggang di KUA dan PPAS 2018?

Seperti diketahui, Parung Panjang memang terkesan seperti daerah tertinggal. Tak hanya dari segi infrastruktur, meski kini mulai sedikit menggeliat seiring isu pemekaran Kabupaten Bogor Barat dengan banyaknya pengembang perumahan, sektor kesehatan warga juga menuai keluhan dengan tingginya penyakit pernapasan (ISPA-red) akibat polusi udara dari truk muatan tambang. Parahnya, kondisi ini seakan tak pernah tersorot pemerintah yang seakan cuek bebek dengan keluhan warga kendati sering menggelar aksi demonstrasi.YAS