Panglima TNI Jamin Tentara Bersikap Netral 

Home / Nasional

Selasa, 26 Juni 2018 - 10:38 WIB

JAKARTA, kabar1.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjamin Tentara Nasional Indonesia memegang teguh netralitas terkait Pemilu Kepala Daerah 2018 dan Pilpres 2019.

“Kami ingatkan kembali kepada seluruh jajaran TNI hingga satuan bawah tentang netralitas TNI yakni Instruksi Panglima TNI Nomor Ins/1/XII/2016 tanggal 30 Desember 2016 Tentang Pedoman Netralitas TNI dalam Pemilu dan Pemilikada 2018,” katanya, Senin (25/6/2018).

Hadi menekankan kepada jajarannya agar memedomani netralitas sebagai penjabaran maupun pelaksanaan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, sehingga tidak ada toleransi bagi pelanggar netralitas.

Baca juga :  Antisipasi Pelanggaran, Panwas Cipanas Minta PTPS Wajib Curiga

“Jika masyarakat menemukan prajurit yang tidak netral bisa melaporkannya kepada TNI bagian penerangan atau humas TNI,” katanya.

Panglima TNI mengingatkan tugas TNI antara lain menjamin kelancaran, keamanan, dan kesuksesan pilkada serentak 2018 maupun tahapan Pemilu 2019.

Panglima TNI menegaskan, “Jaga kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri, jangan sampai dinodai, dirusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”.

KPU menetapkan pemungutan suara pilkada serentak pada 27 Juni 2018. Terdapat 171 daerah akan berpartisipasi, yakni 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Baca juga :  Joko Widodo Naikan Tunjangan Kinerja Babinsa, Ini Besarannya

Sementara Ratusan massa Jaringan Muda Muslim Jayakarta (JMMJ) melakukan unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (25/6/2018).

Aksi ini dilakukan untuk mendesak lembaga anti rasuah tersebut agar tidak terpengaruh pada kontestasi politik, khususnya terkait pelaksana Pilkada serentak 2018, dan menolak adanya.

“KPK sebagai institusi hukum negara, harus menjadi alat negara yang netral dari kepentingan politik. Jangan jadi perpanjangan tangan kepentingan politik tertentu,” tegas Koordinator aksi, Andi, di lokasi.

Baca juga :  RI Bersiap Renegoisasi dengan Rusia

Menurutnya, aksi kali ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap banyaknya pihak yang ingin memanfaatkan KPK untuk kepentingan Pilkada 2018.

Dengan demikian, Andi berharap KPK tetap on the track yakni independen dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga tegaknya marwah pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Saya tak usah sebut siapa yang memanfaatkannya karena publik sudah tahu semua. Ini adalah bentuk keprihatinan adanya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan KPK untuk kepentingan Pilkada dan meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara,” bebernya.FUZ