Pangdam Siliwangi : Selain Menulis, Wartawan Juga Harus Memiliki Kemampuan Membaca

  • Whatsapp

BANDUNG, kabar1.com – Media dan wartawan adalah satu kesatuan dalam dunia jurnalistik, keduanya memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan suatu bangsa, mengawal kebijakan serta program pemerintahan. Namun tetap harus menjunjung tinggi etika dunia jurnalistik, agar sesuai peran menjadi jurnalis yang profesional. Hal ini dikatakan oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan kepada para awak media saat menggelar Coffe Morning di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (25/7).

Selain menjunjung tinggi kode etik dan profesinalisme jurnalistik, diharapkan setiap insan wartawan juga bisa membaca, bukan hanya bisa menulis. “Harus bisa membaca, membaca, membaca, dan membaca,” ujar Panglima Kodam Siliwangi.

Bacaan Lainnya

“Maksud dari membaca itu adalah, membaca apa yang dilihat, membaca apa yang didengar, membaca apa yang tercium, dan membaca apa yang dirasakan,” terangnya.

Filosofi membaca, lanjut Pangdam, sudah tertulis dalam kitab suci agama islam surah ke 96(Qs: Al-Alaq), kata pertama ‘Iqra: Bacalah. Semua kemajuan yang dirasakan dalam setiap peradaban baik pengetahuan dan teknologi adalah bermula dari membaca. “Semakin tinggi kemampuan kita membaca, semakin besar potensi yang bisa kita sumbangsihkan untuk kemajuan bangsa melalui karya,” ungkapnya.

“Tulislah kebenaran apa yang terlihat, apa yang didengar, tercium dan apa yang dirasa. Angkatlah (berita) apa yang baik dan tidak baik sesuai kebenaran,” sebaliknya, “Jangan yang benar dianggap tidak benar, yang tidak benar diangkat menjadi benar,” pungkas Pangdam.CUY

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia