OJK Tetapkan Illegal, Ratusan Investor Geruduk PT Kampung Kurma

BOGOR, kabar1.com – Polemik investasi PT Kampoeng Kurma timbul setelah penetapan status illegal dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini tentunya ini menimbulkan keresahan para investor, karena memasuki dua tahun penantiannya tanpa ada kejelasan bak yang dijanjikan.

Muat Lebih

Salah satu investor, Mustika (35) mengatakan dirinya bersama sejumlah rekan-rekan senasibnya terpaksa mendatangi kantor PT Kampoeng Kurma yang berlokasi di Jalan Asshogiri, Tanah Baru, Kota Bogor untuk menagih janji manajemen perusahaan itu mengenai status lahan kavling dan pengembalian dana mereka.

Terlebih, Mustika mengaku ia dan para investor lainnya sempat kesulitan berkomunikasi dengan pihak yayasan.

“Sekarang kami ingin menanyakan uang kami sebesar 85 juta, yang katanya senilai satu kapling lahan. Kami ingin kejelasan perkembangannya. Ini sudah masuk dua tahun, tidak ada laporannya sama sekali,” ujar dia.

Suasana para investor saat dikantor PT Kampoeng Kurma

Sementara itu, terkait polemik yang merebak, kuasa hukum yayasan Kampung Kurma, Nusyirwan membantah isu yang beredar.

“Dan jika ada investor yang berniat menarik dana investasinya, kami persilahkan untuk datang ke kantor pusat. Tentunya dengan syarat yang sudah dibicarakan

Untuk diketahui, Kampung Kurma menawarkan skema investasi dengan pembelian kavling tanah berkonsep syariah yang diklaim sebagai manifestasi dari investasi halal dan jauh dari riba.

Kampoeng Kurma Group sendiri menjual kavling seluas 400-500 m2 dengan ditanami pohon Kurma sebanyak lima pohon dan ada juga kavling Kurma dengan kolam lele 10 ribu bibit.

Kampoeng Kurma menjanjikan hasil yang besar dengan pengelolaan dan perawatan pohon oleh Kampoeng Kurma selama lima tahun dan pembeli akan dapat bagi hasil secara syariah.

Kampoeng Kurma dalam memasarkan Kavlingnya mengundang dai terkenal seperti Syekh Ali Jaber, sehingga banyak yang tertarik untuk membeli kavling ini dengan alasan kavling syariah.

Namun kavling yang dijanjikan ada yang tidak ada, bahkan banyak pembeli yang dipindah pindah kavlingnya, AJB yang dijanjikan setelah PPJB tidak terealisasi.

Tanah kavling tersebut disebutkan akan ditanami pohon kurma. Namun belakangan, Kampung Kurma mulai meresahkan karena banyak masyarakat yang merasa tertipu.

Disebutkan, ada beberapa proyek di 6 lokasi berbeda yang dipakai untuk investasi Kampung Kurma yaitu Cirebon, Tanjung Sari Bogor, Sirna Sari Bogor, Jasinga Bogor, Cipanas, Lebak Banten.(SATRIA/***)