Objek Wisata Citomo Di Lebak Gedong Tidak Dapat Dimanfaatkan

 

LEBAK, kabar 1.com- Curug Citomo yang memiliki ketinggian mencapai 50 Meter berlokasi dikampung Ciladaeun desa Ciladaeun kecamatan Lebak Gedong kabupaten Lebak, Banten, hingga saat ini tidak bisa dimanfaatkan sebagai tempat objek wisata.

Menurut salah satu warga yang namanya enggan di sebutkan, desanya memiliki potensi wisata yang luar bias, yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah keberadaan Curug (air terjun) Citomo yang tingginya mencapai 50 Meter, lengkap dengan pemandangannya yang menakjubkan namun tidak bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan.

Baca juga :  Kerjasama Wisata Budaya, Ridwan Kamil Lawatan Baduy Dalam

“Sebagai penyebabnya di lokasi tersebut banyak terdapat pertambangan liar, tepat di sekitar mata air curug terdapat beberapa tempat pengolahan hasil tambang, hingga akhirnya destinasti wisata ini tidak dapat dimanfaatkan, lantaran kondisi air sudah tercemar limabah pengolahan hasil tambang yang langsung kesungai, yang pada akhirnya air yang mengalir ke Curug Citomo tersebut kotor dan beresiko terhadap kesehatan,” Paparnya.

Baca juga :  Dansektor Pembibitan Terima Sumbangan 5000 Bibit Kopi Dari Menristek Dikti

Berdasarkan kondisi tersebut pihaknya berharap adanya campur tangan dari pihak pemerintah terutamanya Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, untuk segera mencarikan solusi agar objek wisata tersebut bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata, karena sampai saat ini nampak banyak wisatawan yang datang namun terpaksa kembali lagi akibat lokasi curug tidak terawat, padahal  kedatangan mereka (wisatawan) pasti berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga.

Baca juga :  Mendagri : Pemda Harus Terfokus Pada Multi Sektoral

Sementara Yayat kepala desa Ciladaeun kecamatan Lebak Gedong menerangkan bahwa pengunjung ke objek wisata Curug tersebut masih terus berdatangan, hanya tinggal penataan lingkungannya saja dan itupun sudah dalam rencananya, adapun kendala mengenai banyaknya pertambangan di sumber air nya, ia juga merasa bingung harus bagaimana dan seperti apa mencari solusinya tukas Yayat. PIK






Pos terkait