Home / Gaya Hidup / Potensi Wilayah

Minggu, 22 Juli 2018 - 09:16 WIB

Ngadu Bako Ala Dansektor 8 Dalam Menumbuhkan Kearifan Lokal Masyarakat Bantaran Citarum

CILAMPENI, kabar1.com – Meningkatkan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat bantaran sungai Citarum adalah salah satu cara Komandan Sektor 8, Kol Czi Abi Ismawan membangun kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya peran dan fungsi sungai bagi kehidupan.

 

Menurut Komandan Sektor yang mencakup 8 desa dari 3 Kecamatan di Kabupaten Bandung ini, merawat dan menjaga sungai tak kalah penting, “selama ini kita (masyarakat-red) sudah mulai melupakan dan menomor sekiankan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya kelestarian sungai, selain sebagai sumber air juga penjaga keseimbangan alam,” ujarnya saat ditemui di taman bantaran sungai, Cilampeni, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (21/7).

 

Untuk itu, kata Abi Ismawan, menurutnya merubah mindset (pola pikir) masyarakat menjadi prioritasnya dalam menjalankan tugas, selain merehabilitasi dan mengembalikan kelestarian DAS dalam program revitalisasi sungai citarum, “karena program apapun yang kita jalankan pasti sia-sia, jika masyarakat belum kita bangun kesadarannya dalam memperlakukan sungai,” yakinnya.

Baca juga :  Kejati Jabar Dukung Satgas Citarum Harum Cor Saluran Limbah Perusahaan Nakal

 

Melalui cara sederhana, Ngadu Bako biasa disebut Dansektor satgas Citarum yang satu ini menemui warga-warga sepanjang bantaran sungai Citarum untuk menumbuhkan kembali kearifan lokal bagaimana orang-orang tua kita dahulu menikmati dan memanfaatkan aliran sungai citarum yang jernih belum tercemar seperti saat ini. Seperti yang selalu dikatakan Pangdam Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan ‘jadikan sungai sebagai serambi depan rumah kita’, dan mengutip ungkapan Pangdam Siliwangi sebelumnya yang kini menjadi Sesjen Wantanas, Letjen Doni Monardo yang sering melontarkan kalimat ‘Kita jaga alam, Alam jaga kita’, kenang Kol Czi Abi Ismawan.

Baca juga :  Menko Kemaritiman Yakin Kekompakan Rakyat Jabar, Persoalan Citarum Bisa Teratasi

 

“Kami (satgas-red) hanya bertugas selama 7 tahun kedepan, setelah itu kita kembalikan lagi kepada masyarakat bantaran dan sekitar sungai,” ungkapnya.

 

Meski menurut Dansektor 8, merubah mindset masyarakat menjadi hal utama, tapi bukan berarti mengesampingkan tugas dalam membangun dan merehabilitasi fisik sungai, bantaran dan infrastruktur pendukung di masyarakat.

 

“Kami terus bekerja, meski dengan jumlah personil yang terbatas namun dengan semangat dan kreatifitas, kami (TNI) terus bekerja dengan semangat dan kesungguhan demi tercapainya misi program dalam mengembalikan kelestarian sungai citarum,” tegasnya.

Baca juga :  Terkait Sektor 9 Kol Inf Arief Prayitno, Kembali Kepada Amanat Perpres No 15 Tahun 2018

 

Diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat bantaran sungai citarum sejak Februari 2018, dirinya bersama anggota satgas sektor dibawahnya mengklaim telah banyak melakukan kegiatan dan berkolaborasi dengan elemen masyarakat sekitar bantaran sungai dan kalangan akademis seperti bekerjasama dengan Universitas UPI yang mengirimkan 198 mahasiswa sebagai program KKN Tematik.

 

“Saat ini kehadiran adik-adik mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN Tematik di Sektor 8 selama 40 hari sejak 16 juli kemarin, tengah melaksanakan giat pembuatan lubang biopori di depan rumah warga, mereka terbagi menjadi 18 kelompok di 8 desa,” pungkasnya. CUY

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Potensi Wilayah

Musrenbang Cibuntu Fokus Kembangkan Pertanian

Potensi Wilayah

Satgas Citarum Harum Buat Bantaran Citarum Bergoyang

Potensi Wilayah

Ramadan Berbagi ala IML

Komunitas

Satpol PP Dramaga Ini Kreatif Banget