Muspika Sukaluyu Sambangi Penderita Kanker Payudara

CIANJUR, kabar1.com – Enok Nurliah (50) warga Kampung Cibakung RT 03/09 Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu, seorang penderita kanker payudara disambangi pihak Muspika Kecamatan Sukaluyu bersama Kepala Desa Selajambe.

Keterbatasan biaya dengan keadaan dikategorikan Keluarga Miskin (Gakin), membuat Enok tidak dapat berobat secara rutin untuk kesembuhannya. Ia divonis menderita penyakit tersebut sejak hampir 14 bulan silam.

Aidah (37), Ketua RW 09 Desa Selajambe, mengatakan, keluarga yang serba terbatas ini, sangat membutuhkan bantuan. Menurutnya, Enok sudah menderita penyakit itu sudah hampir dua tahun lebih, serta pernah melakukan pengobatan ke RSUD namun tidak sampai beres.

“Mungkin terbatas anggaran jadi hanya sekali berobat dan tidak melanjutkan,” kata dia saat ditemui di rumah kediaman Enok.

Dia menjelaskan, seharusnya Enok melakukan Kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Namun, Enok tidak melakukannya, dia takut dan belum siap mental. “Mungkin karena takut tidak punya uang untuk ongkosnya jadi tidak berani berangkat, kalau untuk pengobatan udah ada BPJS,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Selajambe, Agus Junaedi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan bidan agar ditangani prosesnya. “Kami mendapat laporan ada warga yang menderita kanker Payudara, dan kami langsung berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan, agar dibantu prosesnya,” katanya.

Dia mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama Enok enggan melakukan pengobatan. Padahal dia memiliki BPJS dan bisa dibantu pihak pemerintah Desa bahkan Kecamatan.

“Kemungkinan Enok belum siap, karena keterbatasan sehingga berhenti melakukan pengobatan. Selain itu, kami pemerintah Desa dan Kecamatan akan membantu masyarakat, terlebih itu warga tidak mampu,” tutur dia.

Camat Sukaluyu, Agus Supiandi menuturkan, pihaknya mendapat laporan dari Desa adanya warga tidak mampu mengalami sakit Kanker Payudara. Sehingga, pihak Muspika Kecamatan, bersama Kapolsek Sukaluyu melakukan kunjungan ke rumah pasien.

“Kami mendapat laporan dan langsung turun tangan menanggapi dan memberikan arahan langsung agar segera di tindak lanjutin,” katanya.

Agus mengungkapkan, hasil Diagnosa tahun lalu 2017, seharusnya pasien dibawa dan di rujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung dari RSUD Cianjur. “Karena pasien takut dan belum siap, menjadikan pengobatan terhenti, laporannya sih berbenturan dengan uang. Jadi kami akan memfasilitasi agar kembali berobat, bahkan akan kami kawal sampai beres dan sembuh,” tandasnya.

Pos terkait