Home / Politik

Sabtu, 8 Agustus 2020 - 22:58 WIB

Musda X Partai Golkar Kabupaten Bogor Syarat Intervensi

BOGOR – Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Bogor memang sudah berakhir pada Jumat (7/8/2020) lalu. Namun, ada yang menaik dalam perhelatan itu.

Ya, dalam pemilihan nahkoda baru pengganti Jaro Ade Ruhendi itu, awalnya diikuti dua calon yang bakal maju sebagai ketua DPD Partai Golkar.   Namun beredar kabar, sehari sebelum pemilihan pernyataan politik salah satu calon, Nur Amin menyatakan mundur dari pencalonan sekaligus mundur dari keanggotaan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca juga :  Belasan PMKS Digaruk Satpol PP

Kabar1.com pun berhasil menghubungi Nur Amin untuk mengkonfirmasi terkait mundurnya sebagai calon Ketu sekaligus mundur dari keanggotaannya sebagai kader Golkar.

Menurutnya terlalu banyak intervensi dalam pertarungan kali ini. “Tentu mundurnya saya sebagai calon dan kader Partai Golkar sudah saya pikirkan dan timbang dengan matang dan bijak, seharusnya partai sekelas Golkar partai besar yang terkenal modern bisa bijak melihat dan memberikan kesempatan kepada semua kader untuk bisa maju. Bukan sekedar loby personal dan finansial,” terang Nur Amin.

Baca juga :  Tidak Ada Elektoral Untuk Golkar Sebagai Pendukung Capres Jokowi-Ma'ruf

“Saya juga bingung sampai ancaman kepada saya kalaupun menang dalam pertarungan dalam musda sebagai ketua DPD terpilih maka Surat Keputusan kepengurusan tidak akan ditanda tangani oleh dewan pimpinan pusat partai golkar (DPP) partai golkar yang kini dinahkodai Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai mentri koordinator perekonomian republik indonesia,” lanjutnya.

Nur Amin juga menjelaskan kalau sampai lewat dari jam 16:00 WIB, Kamis (5/8/2020) belum membuat pernyataan mundur maka Musda akan digagalkan dan akan ditarik ke Jawa Barat.

Baca juga :  Disbudpar dan Diskominfo Kolaborasi Selenggarakan Pentas Seni Virtual

“Saya sangat menyayangkan demi ambisi politik dan kepentingan pribadi harus mengorbankan partai,  partai cuma dijadikan alat untuk mencapai kepentingan pribadi bukan lagi sebagai wadah aktualisasi kader terbaik yang cinta Golkar yang ingin mengabdi dan berjuang justru dipenggal hak haknya semena mena,  itulah alasan saya mundur dari keanggotaan kader partai,” tegasnya. NZI

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Politik

Bupati Bogor Lepas Logistik Pilgub dan Pilbup
Wagub Jabar: Semua Harus Terlibat dalam Pencegahan Covid-19

Pemerintahan

Wagub Jabar: Semua Harus Terlibat dalam Pencegahan Covid-19

Politik

Kang Zaenul Sangat Merakyat

Politik

PAN Subang Yakin Prabowo Sandi Mampu Tumbangkan Jokowi-Maruf Amin