Home / Kesehatan

Selasa, 17 Maret 2020 - 16:51 WIB

MRT Ubah Jadwal, Banten KLB, Bogor Minta Warga Berdoa

Whatsapp Image 2020 03 17 At 16.41.31

Whatsapp Image 2020 03 17 At 16.41.31

JAKARTA –Seiring dengan peningkatan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia, sejumlah elemen, mulai dari pemerintah hingga swasta melakukan langkah kewaspadaan. PT MRT Jakarta (Perseroda) misalnya, yang menetapkan perubahan jadwal layanan operasi MRT Jakarta mulai Senin, 16 Maret 2020.

Tak hanya MRT, Pemerintah Provinsi Banten juga menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan KLB sebagai salah satu upaya Pemprov Banten dalam membatasi kecepatan sebaran/paparan virus Covid-19 terhadap warga masyarakat dan wilayah di Provinsi Banten.

Sedangkan, Pemerintah Kabupaten Bogor, meminta warganya untuk tetap tenang dan tidak panik serta terus berdoa sambil menjaga diri untuk tetap menjalani hidup sehat dan menjalankan saran-saran pencegahan virus Covid-19.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan, waktu operasi yang semula dimulai dari pukul 05.00 – 24.00 WIB menjadi pukul 06.00 – 18.00 WIB.

“Headway keberangkatan antar kereta berubah dari setiap 5-10 menit, menjadi 20 menit. Rangkaian kereta MRT Jakarta dikurangi dari 16 rangkaian, menjadi 4 rangkaian. Meskipun jadwal layanan operasi MRT Jakarta mengalami perubahan, PT MRT Jakarta (Perseroda) tetap menjalankan protokol pencegahan virus corona seperti pengecekan suhu badan

Baca juga :  22 September, Sembilan Kades Berhenti

dan pengadaan hand sanitizer di setiap stasiun,” katanya.

Selain itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menganjurkan kepada seluruh penumpang untuk dapat menerapkan jarak sosial dalam beraktivitas sehari-hari, terutama pada saat menggunakan MRT Jakarta.

“Jarak sosial yaitu menjaga jarak dari orang lain atau menghindari kegiatan di keramaian. Sesuai dengan Protokol Pemerintah dalam penanganan virus corona, jarak yang disarankan adalah 1 meter antar orang. Dengan dianjurkannya penerapan jarak sosial, PT MRT Jakarta (Perseroda) menetapkan maksimal 60 penumpang per kereta atau 360 penumpang per rangkaian kereta,” paparnya.

Sementara itu, dalam surat Nomor: 488/109-Kominfo/III/2020, Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan status KLB atas wabah virus Corona di Provinsi Banten.

Dalam Rapat yang dipimpin langsung Gubernur Banten Wahidin Halim pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 bersama Sekretaris Daerah, dan para Kepala Dinas/Badan terkait kesiapsiagaan menghadapi infeksi novel corona virus (2019 nCov) di wilayah Prov Banten dan salah satunya adalah dengan memberikan instruksi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Banten agar meliburkan Siswa SMA/K Negeri dan Swasta maupun SKH untuk melakukan kegiatan pembelajaran di rumah selama dua (2) pekan sejak 16 sd 30 Maret 2020 dan akan dibuka kelas maya (online), terkecuali bagi Siswa Kelas 12 tetap melakukan kegiatannya sesuai jadwal UNBK yang telah ditetapkan.

Baca juga :  Zaenul Mutaqien : Warga Kota Bogor, Mari Sambut Ramadhan Dengan Senyuman

Selain itu Gubernur juga tidak melaksanakan Upacara dan Apel Bersama, Membatasi Berbagai kegiatan-kegiatan yang melibatkan kehadiran orang yang cukup banyak, membatalkan kunjungan kerja dan tidak menerima kunjungan kerja dari luar Banten hingga batas waktu Kejadian Luar Biasa (KLB) ini dinyatakan berakhir.

“Gubernur juga menghimbau masyarakat agar menghindari tempat-tempat pertemuan dan keramaian umum. Diusahakan sedapat mungkin tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terkena wabah Virus Corona. Dan masyarakat tetap waspada dan tidak panik. Selalu menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan berolah raga,” kata Kepala Bidang Aplikasi, Informatika dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Amal Herwan.

Baca juga :  Humanity First Indonesia Sukses Galang Aksi Peduli Berbagi APD untuk Tenaga Medis Indonesia

Langkah senada juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor yang meminta warga untuk tetap tenang, tidak panik serta terus berdoa sambil menjaga diri untuk tetap menjalani hidup sehat dan menjalankan saran-saran pencegahan virus Covid-19.

“Hari ini di ruang rapat pendopo Bupati Bogor akan dilangsungkan rapat kerja untuk merumuskan pola-pola langkah preventif segera untuk bagaimana mencegah dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Bogor,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

Setelah beberapa daerah tetangga seperti Kota Bogor dan Kota Depok mengeluarkan instruksi kepala daerah secara resmi, Kabupaten Bogor juga sudah merancang instruksi itu.

“Tapi mohon dipahami, untuk di Kabupaten Bogor butuh kecermatan dalam mengambil langkah mengingat jumlah penduduk yang begitu besar lebih dari 5x Kota Bogor dan 10x Kota Depok, juga dengan luasan dan sebaran wilayah yang cukup luas setara DKI Jakarta dan Singapura, serta dengan tanggung jawab yang lebih besar pula, butuh sebuah keputusan yang tepat dan memberikan rasa nyaman bagi semua masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Ade. STR/FUZ

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Penumpang Commuterline Ditest Swab

Kesehatan

Penumpang Commuterline Ditest Swab

Gaya Hidup

Tips Mudah Memilih Makanan dan Minuman Saat Diet

Peristiwa

Jalankan Maklumat Kapolri, Polsek Babakan Madang Bubarkan Resepsi Pernikahan
Airin Perpanjang Masa PSBB, Ini alasannya

Pemerintahan

Airin Perpanjang Masa PSBB, Ini alasannya