Ads Ied Fitr

Meski Pasrah, Owner LIPSS Mengaku Diperlakukan Tak Adil

Bastian
0 7

BOGOR, kabar.1.com – Pemilik THM LIPSS Club dan Karaoke, Edi Susanto merasa diperlakukan tak adil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait penutupan bisnis hiburannya. Pasalnya masih ada THM lain yang bersama-sama mengurusi TDUP masih terus beroperasi.

Saat dikonfirmasi, Edi mengaku telah memenuhi panggilan Walikota untuk membicarakan hal ini dan langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh LIPSS. Namun menurutnya, pemkot tetap menghentikan operasional THM tersebut lantaran tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

“Sudah Mas, beliau minta LIPSS dihentikan kegiatannya, karena tidak memiliki TDUP. Padahal kami langsung urus bareng-bareng dengan salah satu THM lain,” ungap Edi kepada kabar1.com Rabu, (24/01/2018).

Anehnya, lanjut Edi, THM lain yang sama sama mengurus TDUP dengan dirinya tidak diperlakukan sama seperti halnya LIPSS, bahkan terus beroperasi. Perlakuan ini menuai rasa ketidakadilan bagi owner THM tersebut.

“Padahal kami urus bareng, tapi malah saya yang disuruh close. Saya merasa ini tidak adil dan saya gak ngerti harus lakukan apa mas. Jadi bingung saya,” keluhnya.

Dijelaskannya, jika LIPSS memiliki seluruh persyaratan perijinan. Sedangkan soal TDUP yang diberlakukan pada Desember 2017 lalu, Edi belum mengetehauinya dan tidak pernah diberitahukan Pemkot.

“Semua ada, Mas. Hanya yang tidak ada TDUP dan ini baru diberlakukan Desember 2017. Saya tidak tahu dan tidak pernah diberitahu. Tapi dari pihak Pemkot katanya sudah disampaikan ke saya,” jelasnya.

Namun begitu, pihak THM ini tak bisa berbuat banyak selain menghormati dan menghargai kebijakan yang diambil Walikota. Menurut Edi dirinya masih mempertimbangkan langkah selanjutnya, apakah harus menempuh jalur hukum atau tidak terkait ketidakadilan yang ia rasakan.

“Saya sedang pertimbangkan semua ini mas. Mohon maaf, saya bukan maksud kurang ajar terhadap kebijakan dari beliau. Saya tetap menghargai beliau. Saya tidak mau menyinggung dan ingin menjaga hubungan baik kita semua,” pungkas Edi.

Sebelumnya, pihak LIPSS telah mengklarifikasi akar persoalan yang berimbas kepada penghentian operasional THM tersebut. Dimana pada Sabtu (20/01/2018) dinihari lalu, telah terjadi cekcok mulut yang berujung maut di area parkir Tiara yang merupakan parkiran umum sekitar 50 meter dari lokasi LIPSS Club & Karaoke. (BSTN)

Komentar
Loading...