Home / Pemerintahan

Rabu, 1 Agustus 2018 - 16:48 WIB

Menko Kemaritiman Yakin Kekompakan Rakyat Jabar, Persoalan Citarum Bisa Teratasi

BANDUNG, kabar1.com – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tegaskan meminta agar para pelaku usaha/industri untuk segera membenahi pengolahan limbahnya sebagai bentuk dukungan terhadap Perpres 15 Tahun 2018.

“Dampak yang dihasilkan dari limbah industri yang ditunjukkan gubernur sebanyak itu (340.000 ton perhari), bisa gak dibayangkan jumlah sebanyak itu bagaimana caranya diselesaikan?, saya tanyakan itu kepada nurani masing-masing pelaku industri yang hadir disini,” ujar Luhut BP saat berbicara di forum audiensi yang dilakukan pelaku usaha/ industri dalam rangka mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, Bandung, (1/8).

Baca juga :  Puskesmas Naringgung Cianjur Terbaik Nasional

Lanjut Luhut Binsar Pandjaitan, lapisan permasalahan ini bukan berdampak pada Citarum saja, “mangrove juga bisa mati karena limbah yang berasal dari darat, ada 35 juta penduduk yang hidup dibantaran sungai citarum dan mengandalkan kebutuhan air dari sungai, berpotensi memiliki keturunan yang kuntet (stunting),” ungkap LBP dihadapan ratusan pemilik industri di Jawa Barat.

“Kalo sudah terjadi generasi kuntet, berakibat tidak bisa lagi produktif, daya pikir tidak berkembang. Ini adalah persoalan bertahun-tahun yang kurang diperhatikan,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya tetap yakin persoalan yang terjadi di sungai Citarum yang mengalir di sepanjang Jawa Barat bisa diselesaikan bersama-sama oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kalo kita semua kompak, kita tinggal kerjakan saja. Saya percaya, rakyat jawa barat dikenal dengan kepintaran, kehebatan dan spiritnya, dapat menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Baca juga :  Ribuan Pelajar Sambut Kedatangan Emir Qatar

Dalam agenda tersebut, isi dari pertemuan antara Menko Kemaritiman dengan pelaku usaha di jawa barat, mewakili pelaku industri, Ketua Apindo Pusat, Sanny Iskandar mengatakan selama ini pemerintah hanya mewajibkan industri manufaktur baru mendirikan pabriknya di sebuah kawasan industri. Padahal, kata Sanny, jika perusahaan yang selama ini membuang limbah ke aliran sungai citarum direlokasi ke wilayah yang lebih memungkinkan.

Baca juga :  Seminar Pelepasan KKN Tematik UPI Desa Galanggang

“Kami siap membantu menyiapkan lahan kawasan industri, karena ini membantu persoalan yang menyangkut tata ruang yang lebih baik,” ujarnya.

Pemusatan kawasan industri, lanjut Sanny, akan berdampak besar terhadap pengendalian kerusakan lingkungan. “Dengan demikian, sistem pembuangan limbah bisa lebih teratur dan tidak mencemari lingkungan karena hanya dibuang melalui satu jalur yang akan diolah ke IPAL terpadu,” ungkapnya.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Pemerintahan

Jokowi Ajak Moon Jae-in Blusukan ke Mall BTM

Pemerintahan

Ratusan CPNS Mengeluh Produk Tes Kesehatan Labkes Ditolak RSUD Adjidarmo

Nasional

Hebat, Pemerintah Memanage DPR, Media dan Publik

Pemerintahan

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Dites Urine