Mengintip Masa Depan UMKM TegalWaru

13

BOGOR, kabar1.com – Siapa yang tidak kenal dengan Desa TegalWaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Desa ini dikenal oleh banyak pihak sebagai desa kedua setelah Bojongrangkas di kecamatan serupa, sebagai desa ternama penghasil Tas serta penghasil produk perkakas rumah tangga maupun alat pertanian seperti Golok, arit, garpu Cangkul dan Pacul. 

Hebatnya lagi, pada akhir medio 2017 ini, dari hasil penelusuran dilapangan, ternyata untuk kategori jenis usaha yang dikelola oleh warganya, bukan saja terfokus pada pembuatan Tas dan perkakas rumah tangganya, tetapi juga merambah pada usaha pembuatan Jaket, Sepatu, Penganan Risol kering untuk Sotomie, Pindang Ikan Asap, sampai kemasan kalengan Kornet daging Sapi dan Daging Kambing.

Berdasarkan database yang dimiliki pemerintah Desa TegalWaru, jumlah pelaku usaha rumahan yang ada di desa tersebut tercatat mencapai 250 home industri yang sejak puluhan tahun silam mampu membangun usaha ekonomi kerakyatan yang dikenal dengan Usaha Micro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal hasil, Nama Desa TegalWaru selain masyur di Kabupaten Bogor, juga mencuat hingga ke kancah Nasional dan ke negeri Jiran Malasya. 

Sularso, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ciampea yang juga PLT Kepala Desa Tegal Waru, mengatakan, sejarah pengembangan industri UMKM khususnya untuk produk Tas dan Jaket diwilayahnya itu, asal mulanya berasal dari desa tetangga yakni Desa Bojongrangkas yang diperkirakan masuk pada tahun 1970 an. 

“Dari hasil survey yang saya lakukan terhadap para pelaku UMKM di Tegal Waru, dimana yang yang masih dominan aktif bergabung dalam wadah koperasi hanya industri pembuatan Tas nya saja, sedangkan untuk pembuat Jaket, Industri perkakas pacul, Garpu cangkul, arit dan Golok, sampai pembuat Risol kering untuk sotomie, hingga produk kornet kalengan daging sapi dan daging kambing, terpisah tersendiri.” kata Sularso. 

Sularso mengungkapkan, berdasarkan catatannya, khusus terhadap koperasi indutri tas, dimana dari tiga Koperasi yang sebelumnya pernah dibentuk, saat ini tinggal satu koperasi saja yang aktif yang juga menyediakan berbagai keperluan bahan baku untuk pembuatan Tas nya. 

“Tetapi jangan salah, untuk industri pembuatan tas rumahan, kini hampir semua rumah di Tegal Waru dijadikan oleh warga sebagai Workshopnya. Sehingga hal ini menandakan, kalau usaha Pembuatan Tas yang dikelola oleh warga di Tegal Waru, keberadaannya sudah sangat besar.” bebernya. 

Sedangkan selanjutnya untuk rencana pengembangan bagi semua jenis UMKM di TegalWaru, sambungnya, pada beberapa minggu lalu, pemerintah desa kedatangan petugas Bank Pemeritah yang katanya dalam waktu dekat ini pihak Bank akan memperingati hari jadi, nah sebagai salah program untuk menyambut peringatan hari jadinya tersebut, pihak Bank berjanji akan memberilan bantuan berupa kucuran Modal usaha berikut bantuan mesinnya, namun dengan catatan kucuran bantuan tersebut, hanya akan disalurkan bagi pelaku UMKM yang memiliki kelompok kerja. 

“Sedangkan yang masuk dalam kriteria yang diminta oleh pihak Bank tersebut, cuma ada satu wilayah saja yang lokasinya berada di RT 3 RW 5 dimana semua para pelaku UMKM di wilayah RT itu memang memiliki wadah kelompok usaha. Akhirnya saya arahkan pihak Bank untuk melakukan survey ke wilayah tersebut, mudan mudahan saja dalam minggu minggu ini, semua rencana dari pihak Bank pemerintah tersebut bisa terealisasi.”harapnya.FUZ

Komentar anda