Mendagri : Pemda Harus Terfokus Pada Multi Sektoral

Istimewa
Hosting Unlimited Indonesia

IstimewaMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) membuat program yang terintegrasi dengan program pemerintah pusat. Setidaknya ada lima program utama dari pemerintah pusat.

“Supaya daerah juga membuat program kerja anggaran, sebelum diketok di APBD, mereka juga memasukkan program-program pusat, seperti lima itu yang disebut Bapak Presiden, yaitu mengenai pembangunan sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan,” kata Tito di Harris Hotel Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (12/11).

Kemudian yang kedua pembangunan infrastruktur, ketiga penyegaran regulasi, keempat itu adalah reformasi birokrasi, dan terakhir transformasi ekonomi,” tambahnya.

Untuk itu, kata Tito, pihaknya bakal menggelar rapat koordinasi nasional Indonesia Maju antara pemerintah pusat dan daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Babakan Madang, Bogor, Rabu (13/11) besok.

“Namanya Rakornas Indonesia Maju pemerintah pusat dan daerah. Forkopimda. Nanti yang hadir hampir 3.000, mulai dari kepala daerah tingkat I, tingkat II, gubernur, bupati, wali kota ya. Kemudian ada Ketua DPRD tingkat I, tingkat II, ada Pangdam, Dandim, Danrem, lalu Kajari, juga Kapolres. Intinya adalah arahan dari Bapak Presiden, para Menteri, sejumlah Menteri, Menko, lalu KPK, BPK, penegak hukum, Panglima TNI, Kapolri, yang tujuan utamanya adalah menyinergikan dan mensinkronisasikan visi-misi dan rencana pembangunan 5 tahun ke depan, dari pusat disesuaikan di daerah,” paparnya.

Baca juga :  Komisi VIII DPR RI Dorong Kemensos Bantu Korban Longsor Cianjur

Meski ada otonomi daerah, lanjut Tito, program yang dijalankan pemda harus sinkron dengan pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah meskipun otonom, tapi kan juga harus menangkap. Kita kan satu negara. Ada pemerintah pusat, daerah,” tuturnya.

Dia juga mendorong semua pemda untuk dapat berperan dimulti sektor dalam upaya peningkatan pembangunan wilayahnya. Karenanya, pemda harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendapat sumber pemasukan demi membangun daerahnya.

“Jangan hanya mengandalkan bertani saja, tapi juga membangun manufaktur dan sektor jasa. Jasa ekonomi kreatif seperti Gojek segala macam kan. Aplikasi kreatif ada di mana-mana. Jadi lima itu sifatnya umum, tapi terjemahkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Banyak instrumen kita untuk bisa meyakinkan itu,” imbuhnya.(SATRIA)

Pos terkait