Home / Potensi Wilayah

Selasa, 1 September 2020 - 19:17 WIB

Masuk Kawasan Binaan Antam, Tiga Jembatan Warga Mengkhawatirkan

BOGOR – Tiga dari empat jembatan penghubung antar wilayah di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Selain mengalami kerusakan dibeberapa bagian kontruksinya, akses vital ini juga mengalami kelapukan pada bagian pondasi karena di makan usia.

Mirisnya, jembatan-jembatan ini berada tak jauh dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor.

Kasie Ekbang Desa Bantarkaret Muhamad Yusuf memaparkan, dari empat Jembatan gantung yang sudah mengalami kerusakan tiga diantaranya jembatan Tugu, Bitung dan jembatan Muara Budin. “Ketiga jembatan diatas bentangan kali Cikaniki yang  menghubungkan antara Desa Bantarkaret dengan Desa Cisarua keadaanya sudah berkarat dan kayu kayunya sudah rapuh,” kata M. Yusuf.

Menurutnya, besi sebagai penyangga untuk kekuatan pada hamparan jembatan tersebut terlihat sudah banyak yang lepas. “Hal ini kurangnya kepekaan pihak perusahaan PT Antam, hingga kini belum dilakukan pembangunan,” ucapnya.

Baca juga :  FIF Group Cabang Rangkas Bitung Gelar Bukber dan Santunan Yatim Piatu

Sedangkan untuk Jembatan gantung yang terletak di Kampung Jatake merupakan jalur alternatip warga di dua desa, yakni warga Desa Bantarkaret dengan Desa Curugbitung porak poranda akibat tergerus luapan kali Cikaniki terjadi pada Januari lalu.

“Tadinya warga mau swadaya, Namun terbentur biaya, dari pemerintah juga belum ada kejelasan kapan jembatan Jatake bisa dibangun,” sebut anggota BPD Desa Bantarkaret, Yudi Mulyono.

Jembatan Jatake sepanjang 65 meter dan lebar 1 meter ini sangat dibutuhkan warga kedua kampung. “Waktu itu dari provinsi melakukan survey, namun hingga kini tidak ada kabar beritanya lagi,” keluh Yudi.

Sementara, warga Jatake RT 02 RW 04, Desa Bantarkaret Dadang Sopandi (45) mengatakan, Jembatan gantung Jatake penghubung ke kampung babakan, Desa Curugbitung di terjang banjir dan longsor, mengakibatkan jembatan akses yang sangat vital itu terputus.

Baca juga :  13 Desa di Kabupaten Bogor Diperiksa BPK

“Kondisi jembatan ini sudah tidak layak, tapi masih bisa di gunakan. Ini akses yang sangat Urgen, yang merupakan akses penting bagi masyarakat. Terutama untuk para petani yang kebanyakan ladangnya di sebrang kali,” ujarnya.

Kendati begitu, kata Dadang, untuk mempersingkat merupakan jalur alternatip ke dua kampung, terpaksa warga sekitar ada saja yang melintas ke kampung tetangga dengan cara menyebrang langsung di sungai.

Dadang juga menerangkan, sejak ia berusia anak anak jembatan tersebut memang sudah ada dan pertama di bangun sekira tahun 1992. “Kalau dulu jembatan itu biasa digunakam untuk anak anak sekolah, sekarang mah sangat banyak digunakan warga petani,” terang Dadang.

Baca juga :  Pelanggan PDAM di Muncang Resah, Air Sering Mati

Karena sangat urgen, Dadang  berharap jembatan tersebut harus di bangun entah itu dari Pemerintah maupun dari perusahaan PT. Antam. “Tolong bantuannya dari CSR PT Antam dan untuk ditinjau  serta di lihat kelokasi tersebut,” pintanya.

Hal serupa dikatakan warga sekitar, Hj Dedeh, jembatan gantung Tugu, awal dibangun sekira tahun 80an oleh pihak PT Antam. Namun, kondisi sekarang samgat mengkhawatirkan. “Waktu itu untuk perbaikannya warga mengajukan ke perusahaan PT. Antam dan dibantu berupa material sedangkan pengerjaannya masyarakat itu sendiri,” ringkasnya.

Humas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam)  Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Agus Setiyono ketika dikonfirmasi  belum bisa memberikan keterangan hingga berita ini ditayangkan. GUS/NZI*

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Potensi Wilayah

Horeee… Warga Sukarame Punya Tempat Wisata Lengkap Wahananya

Ekonomi

Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Antisipasi Beberapa Titik Genangan di Jalan Tol

Ekonomi

Kemendes PDT Harus Kawal Penyaluran Dana Desa

Potensi Wilayah

Polres Kota Banjar Gelar Lomba Adzan, MTQ, dan Da’i