Managemen PT Aplus Diklaim Diskriminasi Karyawan tetap

Senin, 6 Agustus 2018 - 16:46 WIB

LEBAK|kabar1.com- Sikap diskriminatif managemen PT Aplus Pasifik di Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung, terhadap Asep Suprihatin seorang karyawan tetap di perusahaan tersebut, semakin hari semakin menjadi-jadi. 

Asep yang selama delapan tahun menjabat sebagai supervisor di PT Aplus, tanpa sebab dan kesalahan yang jelas, terhitung tanggal 1 Juli 2018 dipindahkan ke bagian mesin Packing.

Tidak sampai disitu, sebagai karyawan tetap, Asep tidak pernah diberikan jatah lembur di shift satu,melainkan hanya di berikan hak lembur di shift dua dan tiga.

“Bukan saja demosi jabatan, hak lembur saya pun jadwalnya selalu di shift dua dan tiga. Dimana untuk shift dua dimulai dari jam 16.00 – 00. WIB,sedangkan untuk shift tiga dari mulai pukul 00-8.00 WIB,” tutur Asep, pada kabar1.com, kemarin di Rangkasbitung.

Baca juga :  Satpol PP Kabupaten Bogor Gelar Razia, Belasan Wanita Malam Ditangkap

Untuk itu, dirasa sikap diskriminatif managemen PT Aplus sudah diluar batas toleransi, maka pada 2 Agustus 2018, Asep mengadukan langsung sikap diskriminatif PT Aplus tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Lebak
Saat itu, Asep ditemui langsung Kabid Hubungan Industrial Muhtar Hasibuan, dasar kedatangannya ke Disnaker Lebak, yaitu sesuai dengan undang Nomor 13 Tahun 2013, tentang ketenagakerjaan Pasal 5,dimana setiap tenaga kerja wajib memperoleh hak yang sama tanpa perlakuan diskriminatif dari perusahaan.

Baca juga :  Danramil 0315 Bayah Sambangi Wewengkon Adat Kasepuhan Citorek

“Aturan saja melarang sebuah perusahaan memperlakukan karyawannya secara semena-mena. Tapi kenapa itu dilakukan managemen PT Aplus, jadi hal wajar kalau pada akhirnya saya ngadu ke Disnaker, jika itu salah katakan dari sisi mana,” ujar Asep.

Ironisnya lagi, lanjut Asep lagi, usai dirinya mengadukan sikap diskriminatif managemen PT Aplus ke Disnaker, justeru tanpa pemberitahuan sama sekali. Asep kembali mendapatkan surat pemindahan sepihak dari wilayah kerja PT Aplus Rangkasbitung, dipindah tugaskan ke bagian Gudang di Pasar Kemis Tangerang.

Artinya, Pengaduan dirinya ke pihak Disnaker Lebak,sama sekali tidak menghasilkan solusi apapun. Bahkan Disnaker maupun Asosiasi terkait sekalipun, sepertinya sudah setali tiga uang dengan oknum managemen PT Aplus Pasifik.

Baca juga :  DAK Tak Cair, Pelaksana Terpaksa Berhutang

“Kalau Disnaker saja sudah ompong untuk melindungi hak-hak dan nasib karyawan disebuah perusahaan. Lalu kemana lagi saya harus mengadu, haruskah melalui jalur hukum,” tukas Asep.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans, Muhtar Hasibuan, saat menerima pengaduan Asep menjelaskan, bahwa itu adalah mutlak menjadi wewenang perusahaan. “Masalah ini bukan wewenangnya Disnaker tapi wewenangnya perusahaan. Silahkan bicarakan masalahnya dengan managemen PT Aplus,” terang Muhtar. AIS/YNS

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Advertorial

Belum Rampung Perbaikan Jembatan Leuwiranji Kerap Dilintasi Truk Tambang

Hukum Kriminal

Kejari Bekuk Terpidana Penipuan Saat Sedang Jualan Sembako

Peristiwa

Irjen Pol. Agung Budi Maryoto : Puncak Arus Mudik Sudah Lewat

Daerah

Makan Korban, Warga Ramai-Ramai Padati Jembatan Bocimi