Home / Advertorial

Rabu, 16 Mei 2018 - 19:45 WIB

Macet Cilebut Bikin Ruwet dan Mumet

BOGOR, kabar1.com– Hampir setiap hari, utamanya saat pagi dan sore hari tepatnya jam biasa orang berangkat atau pulang kerja di Jalan Raya Cilebut, tepatnya sekitar stasiun Cilebut pasti selalu terjadi  kemacetan panjang.

Penyebabnya tak lain akibat banyaknya angkutan umum dan ojek pangkalan mengetem di sepanjang jalan serta adanya preman, yang selalu meminta uang pada sopir angkot yang sudah terisi penuh penumpang.

Preman ini pula yang mengatur angkot mengetem untuk mendapatkan penumpang. Bahkan, sering kali mereka ribut karena keegoisan mereka untuk tetap membiarkan angkutan umum berhenti dipinggir jalan.

Sehingga kendaraan-kendaraan di belakangnya tidak bisa lewat. Bahkan, bagi sopir angkot yang hanya lewat dan mendapatkan penumpang hanya beberapa orang, preman ini tetap meminta jatah kepada sopir angkot. Biasanya preman itu meminta uang untuk sekali pengangkutan penumpang Rp 4.000 sampai Rp 5.000.

Baca juga :  Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Cilebut Timur Meriah

“Saya yang setiap hari menggunakan transportasi commuter line, merasa geram dengan kemacetan di sepanjang Stasiun Cilebut ini dan ulah para preman. Saya berharap kepada pihak yang terkait atau pemerintah yang berwenang, untuk menertibkan angkot yang sering mengetem dan preman-preman yang mengatur pengeteman angkot-angkot tersebut karena sangat mengganggu,” kata Risa Maya (25) warga Perumahan Permata Bogor Residence.

Ya, macet! kata yang identik dengan Jakarta itu kini pindah ke Cilebut. Kondisi ini memang tampak aneh. Sebab, dikawasan itu tiada mall, tiada SPBU, pasar hanya seupil, dan sebagian udah tergusur, tapi bisa ketularan penyakit lalu lintas Jakarta.
Pantauan dilokasi sendiri, macet di sekitar stasiun Cilebut paling sering terjadi di pagi dan sore hingga malam, saat berangkat dan pulang kerja. Dulu mungkin macet atau antrian kendaraan di Jl. Pendidikan situ dari arah Kayu Manis menuju stasiun paling hanya sampai kantor desa, kini bisa sampai Alfa Midi bahkan lebih.

Baca juga :  Longsor Tebingan DAS Cimangeunteung Ancam Warga Desa Talagahiang

Lalu antrian di Jalan Raya Bojong Gede Cilebut dari arah Jalan baru menuju stasiun hanya sekitar pasar (dulu), kini bisa sampai perumahan PMI. Artinya ini menunjukkan antrian kendaraan yang mau lewat di stasiun Cilebut makin tahun makin panjang.

Baca juga :  Tikungan Cipuntang Rawan Kecelakaan

“Mereka para Angkot dan Ojek seenaknya berhenti di jalan sempit yang hanya muat dilalui dua mobil, dengan dalih menunggu penumpang untuk mengejar setoran dan sesuap nasi. Selain itu, Ojek-ojek yang berjejer sepanjang jalan stasiun menambah sempit jalan yang sudah sempit, mereka tidak malu-malu kucing bahkan penuh percaya diri dan tanpa merasa berdosa memarkirkan sepeda motornya persis di depan pintu keluar stasiun,” papar Risa lagi.

Dengan kondisi yang seakan tak ada solusinya itu, Risa berharap Pemerintah Kabupaten Bogor harus membuat jalan baru di Cilebut, sehingga ada alternatif pilihan orang tidak lagi melewati simpang tiga stasiun.FUZ

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Advertorial

Ormas LMPI Marcab Lebak Minta Perbaikan Jalur Jalan Nasional Tidak Asal-asalan
Jakarta Melayu Festival 2019

Advertorial

Jakarta Melayu Festival 2019

Advertorial

Jelang Lebaran PUPR Provinsi Banten Wilayah Lebak Mulai Fokuskan Perbaikan Jalan

Advertorial

Dukung Kota Mandiri SGC Launching Shuttle Trans Sentul City