BOGOR – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, rupanya tidak hanya sekedar anjuran biasa. Siapa yang melanggar, sanksi pidana berupa kurungan penjara bakal menjerat.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, Rabu (15/4/2020). Sanksi pidana yang akan diterapkan adalah hukuman penjara 4 bulan hingga di atas 1 tahun dan denda hingga miliaran rupiah. Sanksi pidana itu tak hanya berlaku untuk individu, tapi juga korporasi.

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat,” demikian salah satu petikan poin sanksi pidana yang disampaikan Dedie A Rachim seperti dikutip detik.com.

“Pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,” lanjutnya.

Berikut ini sanksi pidana yang diterapkan Pemkot Bogor bagi pelanggar aturan saat PSBB:

1. Barangsiapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya, diancam karena melawan pejabat. Pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.

2. Barangsiapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat yang tugasnya atau yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana, demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh sah seorang pejabat tersebut. Pidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000.

3. Barangsiapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak pergi dengan segera sesudah diperintahkan tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan. Pidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000.

4. Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000.

5. Pengemudi Kendaraan Darat yang menurunkan atau menaikkan orang dan/atau Barang sebelum dilakukan pengawasan Kekarantinaan Kesehatan dengan maksud menyebarkan penyakit dan/ atau faktor risiko kesehatan yang menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000.000.

6. Korporasi tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Pidana pokok yang dijatuhkan terhadap korporasi adalah pidana denda maksimum ditambah dengan pidana pemberatan 2/3. WAN*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Pokwan DPRD Kab Bogor Bagi-Bagi Masker dan Gelar Penyemprotan Disinfektan

BOGOR – Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), Kelompok…

Nasi Bungkus Berkah ala PK KNPI Ciomas

BOGOR – Lewat gerakan Nasi Bungkus Berbagi Keberkahan (Nabung Berkah), PK KNPI…

PT KAI Bakal Bangun Double Track di Jalur Bogor-Sukabumi

BOGOR, www.kabar1.com – Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) Kementrian Perhubungan Darat berencana membangun…

Bayi 3 Bulan di Cibinong Positif Corona, Jubir Gugus Tugas Covid-19 : Kita Akan Rapid Tes Semua Keluarganya

BOGOR – Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, menegaskan…