Kurangi Angka Pengangguran Melalui Perlatihan Kewirausahaan

12

BOGOR, kabar1.com – Sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor serta lebih meningkatkan kemampuan dan pengembangan bakat pemuda dibidang kewirausahaan, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor membuka pelatihan kewirausahaan.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 130 perwakilan pemuda dari 68 kelurahan dan pelajar SMK se Kota Bogor di Aula Milakencana Komplek GOR Pajajaran, Jalan Pemuda Tanah Sareal, Rabu (22/11/2017).

Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari Kementerian Pemuda dan Olahraga ini, hanya berlangsung satu hari selama 7 jam, yakni dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Materi pelatihan yang disampaikan antara lain, Pengembangan Wirausaha Pemuda, Peningkatan Kemampuan Wirausaha Pemuda, Kemampuan Wirausaha Pemuda dan Praktek kewirausahaan.

“Pengembangan jiwa kewirausahaan pemuda dimaksud sebagai upaya peningkatan wawasan, pengetahuan, keterampilan serta sikap kewirausahaan kepada para pemuda sebagai pendorong tumbuh kembang kegiatan-kegiatan kelompok pemuda, terutama yang memikiki nilai sosial ekonomi,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Eko Prabowo usai membuka acara.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan agar terbentuknya kelompok-kelompok kerja usaha pemuda yang lebih maju dan terorganisir.

“ini merupakan partisipasi Dispora dalam upaya mengurangi angka pengangguran khusunya di Kota Bogor,” lanjutnya.

Sementara itu, Asisten Departemen Kewirausahaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ponijan selaku pemateri mengatakan, peluang untuk memulai dan pengembangan usaha bagi para pemuda masih sangat terbuka lebar.

Ia menambahkan, pemilihan produk yang unik, menarik dan berbeda dari umumnya, saat ini menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha kedepan. Pemanfaatan perkembangan tekhnologi dalam memperluas jaringan usaha dan pemasaran produk telah memberikan ruang seluas luasnya.

“Tinggal bagaimana para pemuda itu sendiri memiliki keberanian dan kemauan untuk dapat mengembangkan kemampuannya dibidang kewirausahaan,” ujar Ponijan kepada kabar1.com

Pemateri lainnya Tri Harum Puspitasari yang merupakan mantan peserta pelatihan tahun sebelumnya, menyampaikan berbagai pengalaman selama menekuni wirausaha yang digelutinya di bidang produk sepatu dan sandal rajut.

Usaha yang dirintisnya dalam setahun terakhir, telah mampu menerobos pasaran domestik. Bahkan tak sedikit oesanan yang datang dari negara luar seperti Korea dan Jepang.

“Untuk menjadi seorang pengusaha maupun enterpreneur tidak memandang latar belakang oendidikan. Yang penting terus berusaha dan tidak takut gagal. Kalau ditekuni secara serius usaha apapun akan dapat mendatangkan income serta mampu menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. (BSTN)

Komentar anda