Kuasa Hukum PT PNA Tuding Kecelakaan Akibat Kelalaian Pekerja

112

CIANJUR, kabar1.com – Pasca insiden yang terjadi terhadap karyawan kontraktor PT Putra Naggro Aceh, yang sedang melakukan pekerjaan Gorong – gorong depan Masjid Qubro terhimpit bongkahan bekas pondasi Jalan, Minggu (19/11/17) sekitar pukul 13.30 wib. Kejadian tersebut dinilai Kuasa Hukum PT Putra Nanggro Aceh murni Kelalaian karyawan.

“Sebenarnya kemarin (minggu 19/11/17), itu kejadian kecelakaan biasa, dan tidak seperti yang diberitakan awak media,” ungkap Kuasa Hukum Kontraktor PT Putra Nanggro Aceh Devia Kusmayanti, kepada kabar1.com, Senin (20/11/17).

Dikatakan Devia, kecelakaan seperti itu seharusnya tidak harus diperbesar. Dan untuk kelengkapan kerja bagi semua karyawan, pihaknya sudah memberikan kelengkapannya namun pekerjanya yang membandel.

“Bisa dicek kekantor kita, lengkap tidaknya itu kelalaian pekerjanya saja, karena membandel dan tidak pernah menaati peraturan,” ucapnya.

Ketika berbicara upah, kata Devia, pihaknya memberikan lebih dari Upah minimum Cianjur. Karena dalam satu harinya karyawan di gajih sebesar Rp 90 ribu makan di tanggung, bahkan jika istrinya karyawan melahirkanpun mendapatkan jaminan dari Perusahaan.

“Saya disini atas nama perusahaan minta maaf kepada publik karena terganggu perjalanannya, dan ini pekerjaannya cukup sulit. Kepada masyarakat saya mohon pengertiannya dan ini semua untuk kepentingan pembangunan Kabupaten Cianjur.” pungkasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, Salah seorang pekerja proyek pembangunan gorong-gorong saluran air di ruas Jalan Ir H Djuanda (Irhanda), tertimpa material proyek dan harus mendapatkan perawatan serius di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD, Sayang, Cianjur, Minggu (19/11/17) sekitar pukul 11.45 WIB.

Informasi yang dihimpun, pekerja yang diketahui bernama Lugi (26), warga Garut, Jawa Barat itu tertimpa material proyek saat dirinya sedang mengerjakan proyek gorong-gorong.

Saat ditemui di IGD RSUD Sayang, Cianjur, korban Lugi, mengatakan, kejadiannya tiba-tiba saja material proyek yang ada di atas tubuhnya langsung ambruk dan menimpa tubuhnya.

Lugi yang baru bekerja di proyek itu selama lima hari mengaku tak menggunakan alat keselamatan kerja, seperti helm dan sepatu proyek.

“Kalau gak ada kabel, materialnya pasti langsung menimbun tubuh saya. Bagian kaki yang mulai dari lutut ke bawah yang tertimpa, dan masih menunggu hasil Rontgen.” kata Lugi, sambil merintih menahan sakit. (DIE)

Komentar anda