KPPPA Gelar Sosialisasi Advokasi Kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan

54

KOTA BOGOR, kabar1.com – Tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan kian hari kian memprihatinkan. Hal ini terbukti dangan mencuatnya sejumlah kasus, baik di media mainstream maupun media sosial. Mengingat hal itu, Kementrian Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia(KPPPAI) melakukan Sosialisasi Advokasi dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Selasa (17/10/17).

Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Rini Handayani mengatakan, fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak ibarat sebuah gunung es. Karenanya, pemerintah dan KPPPAI tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan permasalahan ini perlu adanya sinergitas lintas sektoral dan implementasi dilapangan terghadap regulasi yang sudah dibuat.

“Fenomenanya ibarat gunung es. Jadi ada yang dilaporkan dan ada yang tidak terlaporkan. Sehingga ada yang diketahui dan tidak diketahui. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri,” jelas Rini.

Menurutnya, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia. Kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi masalah sosial dan kesehatan dunia.

“KPPPA mempunyai 3 program prioritas, pertama, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, kedua, akhiri perdagangan orang dan ketiga akhiri kesenjangan ekonomi perempuan. Ketiga inilah yang utama. Terpenting adalah akhiri kekerasan terhadap anak,” paparnya.

Dijelaskan, di Indonesia terdapat 50 peraturan dan kebijakan terkait dengan anak. Puluhan aturan ini diluar kebijakan pemerintah daerah berupa perda dan lain lain. Dengan segudang pertauran dan kebijakan tersebut, dibutuhkan keseriusan semua pihak dari hulu ke hilir dalam penanganan persoalan anak dan perempuan tersebut.

“Semua pihak harus bisa bersinergi dalam mengaplikasikan seluruh peraturan dan kebijakan tersebut. Sehingga upaya perlindungan perempuan dan anak di Indonesia dapat terwujud sesuai harapan,” pungkas Rini. (Ubay)

Komentar anda