KPK Jangan Takut Puan Dan Pramono

JAKARTA, kabar1.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut dugaan keterlibatan Puan Maharani dan Pramono Anung dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Jika memang cukup bukti, KPK silakan tetapkan Puan dan Pramono sebagai tersangka.

“Kalau memang mereka bukti permulaan cukup silakan jadikan tersangka, laksanakan upaya paksa penahanan, itu baru rakyat senang, betul-betul KPK dinilai progresif dan profesional,” kata anggota Komisi III DPR RI, Wenny Warouw, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Baca juga :  LSM Liputan Cium Dugaan Korupsi di Sejumlah Daerah di Jabar

Menurut politisi dari Fraksi Gerindra ini, KPK harus mendalami setiap keterangan yang disampaikan dalam fakta persidangan. Sebab pengakuan Setya Novanto soal dugaan keterlibatan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Pramono Anung, sebagai informasi yang begitu luar biasa.

“Tergantung daripada penilaian hakim dan itu dia bisa perintahkan kepada penuntut umum untuk diusut, tidak ada yang luar biasa,” kata mantan penyidik Polri itu.

Baca juga :  Pengibaran Bendera Israel Nodai Perjuangan Indonesia

Untuk itu, lanjut Wenny, tidak ada yang sulit untuk mengungkap dugaan keterlibatan Puan dan Pramono dalam kasus korupsi e-KTP sebagaimana “nyanyian” Setya Novanto dalam persidangan beberapa waktu lalu.

“Tidak ada (kesulitan), kalau namanya bukti segitiga ketemu yaitu kaitan antara tersangka kemudian barang bukti dan kerugian negara, selesai sudah tidak ada lagi ditanya-tanya, langsung saja dicekal dan ditahan pakai baju orange,” tegasnya.

Baca juga :  KPK Bodoh Jika Lindungi 4 Politisi PDIP

Seperti diberitakan sebelumnya, Novanto dalam sidang pemeriksaan terdakwa menyebut beberapa nama yang diduga terseret dalam pusaran aliran uang proyek e-KTP. Di antaranya, Puan Maharani dan Pramono Anung.

Saat proyek e-KTP bergulir, Puan diketahui menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP, sementara Pranomo duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI. Keduanya disebut Novanto telah menerima uang masing-masing USD 500 ribu.‎FUZ*






Pos terkait