Korban Diskriminasi, Adukan PT Aplus Pasifik Ke Jalur Hukum

LEBAK | kabar1.com- Tindakan kesewenang-wenangan oknum managemen PT Aplus Pasifik di Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung, akhirnya diadukan korban Asep Suprihatin ke kantor Law Office H. Wahyudi and Fathers Serang. 

Diungkapkan Asep Suprihatin, pada media ini, bahwa setelah semua upaya persuasif dilakukannya, baik melalui fasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Komisi III DPRD Lebak, namun tidak juga membuahkan hasil.
Bahkan,lanjut Asep, pihak PT Aplus pun pasca di fasilitasi Dinas terkait, justeru terkesan semakin melecehkan dengan nasib dan hak-hak saya yang telah diperlakukan secara diskriminatif, maka dengan terpaksa saya mencari poros pengaduan melalui jalur hukum.

Baca juga :  Antar Anak Sekolah, Mobil dan Brangkas Raib

“Somasinya terhitung hari ini sudah dilayangkan pihak Law Office H. Wahyudi and Fathners ke PT Aplus. Surat kuasanya pun sudah saya tanda tangani,” katanya, (7/8) di Rangkasbitung.

Terpisah, H. Wahyudi selaku advocat yang akan mendampingi upaya hukum korban Asep Suprihatin, saat dihubungi menyatakan kesiapannya untuk mendampingi korban dalam mencari keadilan. Menurutnya, berdasarkan surat kuasa yang ditandatangani korban pada kantor hukum kami Maka terhitung (7/8) somasi kami sudah layangkan ke pihak managemen PT. Aplus Pasifik.

Baca juga :  Ratusan Bangli Bojonggede Bakal Dibongkar

“Somasinya sudah kami layangkan terhitung Selasa ini. Jadi tinggal kami tunggu saja jawaban mereka ( Managemen PT Aplus-red),” terangnya.

Sementara, Imam salah satu managemen PT Aplus, saat coba dihubungi,terkesan enggan menanggapi lebih jauh. Imam justeru mematikan selularnya saat kabar1 menyebutkan indentitas media. “Hallo, ya dari mana mas,dari kabar1 pak,” seketika sambungan selularpun diputusnya.

Baca juga :  Waduh, Ribuan KTP Berserakan di Jalan Raya Salabenda

Untuk diketahui, bahwa managemen PT Aplus Pasifik diduga kuat telah bertindak secara diskriminasi terhadap Asep Suprihatin seorang karyawan tetap di perusahaan tersebut.
Dari posisi semula sebagai suvervisor, tanpa alasan dan kesalahan yang jelas, Asep di pindahkan pihak managemen PT Aplus ke bagian mesin, kemudian saat ini kembali dipindahkan ke bagian Gudang di wilayah Pasar Kemis Tangerang. AIS/YNS.






Pos terkait