Korban Banjir Bandang Jasinga Ditanggulangi

BOGOR, kabar1.com – Pasca Banjir Bandang Sungai Cidurian dan bencana longsor yang terjadi Jumat Malam (13/4) pukul 22:00 wib lalu di dua Desa di Kecamatan Jasinga, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dibantu PMI dan semua unsur terkait, sejak Sabtu (14/4) hingga Minggu (15/4) kemarin, melakukan langkah tanggap darurat dilokasi bencana, termasuk telah mengevakuasi semua warga dari beberapa lokasi pemukiman yang dinyatakan berbahaya.

Musibah meluapnya aliran Sungai Cidurian dan tanah Longsor di Jasinga, diantaranya sudah menyebabkan Ruas jalan kabupaten di Desa Pamageursari dan Pangradin alami amblas sedalam 2 meter dengan panjang 20 meter, selanjutnya mengakibatkan Ruas jalan kabupaten di Sipak menuju Pangradin alami retak sepanjang  15 meter, termasuk Ruas jalan Nasional yang ada di Jasinga tertimbun longsor tebingan tanah sepanjang 20 meter.

Menurut keterangan Camat Jasinga Asep Aer, selain jalan utama kabupaten dan jalan nasional yang mengalami kerusakan, juga beberapa lokasi lahan pemukiman warga mengalami keretakan.

“Salah satunya 7 rumah warga di Desa Pangradin yang meski kondisi rumahnya masih terlihat baik, justru tanahnya alami keretakan dan  terancam longsor. Untuk sementara waktu warga sudah diungsikan kerumah sanak familinya terdekat,” kata Camat Jasinga, Asep Aer.

Masih terang Camat, sebagai upaya tanggap darurat, pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten sejak Jumat lalu sudah mendirikan posko bencana serta mendirikan Posko kesehatan di Kampung Bojong Desa Pamageursari maupun di Desa Pangradin, untuk melayani warga korban bencana selama 24 jam.

“Alhamdulilah, akibat bencama Longsor dan bajir bandang tersebut, tidak sampai menelan korban jiwa. Sedangkan untuk mengenai besarnya kerugian yang disebabkab bencana, sampai saat ini kami belum dapat menyimpulkan berapa besarnya jumlah kerugian materi yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari data yang berhasil diperoleh Pakar dilapangan akibat musibah banjir bandang sungai Cidurian, sebanyak 100 rumah warga di Desa  Pamagersari, diantaranya 4 rumah alami rusak total, 10 rumah warga rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan 74 rumah warga dan 1 unit kendaraan roda 4 terendam banjir.FUZ

Komentar
Loading...