Kondisi Belasan Ribu Pohon Di Kota Bogor Belum Terdeteksi Pasti

Home / Daerah / Pemerintahan

Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:03 WIB

KOTA BOGOR, kabar1.com – Belasan ribu pohon di kota bogor berpotensi tak aman, berpenyakit dan rawan tumbang. Pasalnya, kondisi pohon pohon yang ada disejumlah titik ruas jalan utama di Kota Bogor, diduga belum terdeteksi secara pasti.

Data pada Dinas Pertamanan Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor menyebutkan, dari 14.000 ribu pohon yang tersebar di Kota Bogor, baru 338 pohon yang sudah diperiksa dan masuk dalam program kartu tanda pohon (KTP). Artinya masih ada 13.662 pohon yang belum ber-KTP. Padahal dengan adanya KTP pada pohon, kita akan tahu kondisi pohon dalam keadaan aman, tidak perpenyakit atau rawan tumbang.

Baca juga :  Tim Siluman Ringkus Pelaku Pesta Narkoba 

“Selama 2016 dari target 500 pohon baru 338 pohon yang diperiksa,” ungkap Kepala Seksi Pemeliharaan Taman pada Dinas Pertamanan Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Erwin Gunawan, Jumat (20/10/2017)

Lebih lanjut, “Targetnya hingga akhir tahun akan tercapai. Untuk pengecekan sudah ada jadwal, ada periodenya, dalam seminggu tiga hingga empat kali,” lanjutnya.

Baca juga :  Pelaku Curanmor Spesialis Rumahan, Diamankan Polres Sumedang

Dia menjelaskan, untuk 338 pohon yang sudah ber-KTP akan diperoleh kondisi kesehatan pohon. Misalnya, untuk berlabel hijau artinya aman, tidak berpenyakit dan tidak keropos. Kuning, ada gangguan, entah itu rayap, atau sebagian dahan kering sehingga perlu di pangkas. Lalu merah, sudah berongga atau bolong, sehingga perlu penanganan serius, entah ditebang atau lainnya.

“Dari rekomendasi tersebut, ada 13 pohon yang direkomendasikan untuk ditebang,” ucap dia.

Baca juga :  Tak Tanggung-Tanggung, PT Matahari Sentosa Seratus Persen Recycle Limbahnya

Untuk pohon belum diperiksa, sambung Erwin, diutamakan yang berada di jalur protokol, dan diperkirakan sudah berumur tua. Dia juga menyinggung soal pohon yang tumbang di Jalan Jalak Harupat dekat Istana Bogor beberapa waktu silam. Menurut dia kejadian tersebut, seutuhnya karena bencana.

“Untuk dua bulan terakhir, kami akan fokus memeriksa jalan protokol yang di dalamnya masuk lingkaran Kebun Raya Bogor (KRB),” imbuhnya. (Bstn)