Ketua F-Golkar DPR Laporkan Gema Partai Golkar

JAKARTA, kabar1.com –  Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Melchias Markus Mekeng, mengaku sudah resmi melaporkan lima orang inisiator, pengurus dan anggota Gernerasi Muda Partai Golkar (GMPG) ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan LP/407/III/2018/Bareskrim tersebut, sambung dia, terkait dugaan atas tindak pidana dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan organisasi yang bukan merupakan bagian dari struktur resmi Partai Golkar atau bukan organisasi sayap partai beringin tersebut.

“Dalam rangka menjaga martabat diri pribadi, institusi fraksi dan partai Golkar dari fitnah dan tuduhan segelintir orang yang menamakan dirinya sebagai GMPG telah melaporkan lima orang ke Mabes Polri,” kata Mekeng dalam konfrensi persnya di Ruang Rapat Fraks Golkar, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Untuk diketahui, kelima nama tersebut yakni, Sirajuddin Abdul Wahab, Almanzo Bonara, Adam Irham, Arif Budi Prakoso, dan Antoni Pangaribuan.

Menurut Mekeng, upaya tindakan hukum sebagai respon dari sejumlah pemeritaan media online yang mengandung fitnah atau pencemaran nama baik.

“Saudara Sirajuddin Abdul Wahab mengatakan jika Airlangga kurang sensitif soal penunjukan Mekeng, alasannya karena mantan pimpinan Banggar DPR RI itu kerap diseret-seret dalam kasus korupsi e-KTP yang kini ditangani KPK,” sebut dia.

“Pernyataan itu, bersifat sangat subyektif bahwa penunjukan saya sebagai ketua FPG tidak sejalan dengan Golkar Bersih, sehingga memunculkan persepsi bahwa saya adalah koruptor,” tegasnya.

Oleh karena itu, ketua komisi XI DPR RI menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri untuk menjalankan tugasnya dalam mengusut tuntas laporannya tersebut.

“Saya menyerahkan sepenuhnya pertimbangan penyidik Bareskrim, mengingat karena bagaimanapun posisi saya adalah ketua fraksi partai Golkar DPR RI yang mengemban visi misi partai Golkar untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan umum yang kini telah dirusak oleh pihak-pihak bersangkutan,” pungkasnya.

Seperti diketahui Generasi Muda Partai Golkar menyebut penunjukan Melchias Marcus Mekeng sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI bisa bersifat detruktif pada tahun politik.

Sebabnya, kata Inisiator  Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara, Mekeng bukan kader bersih. Namanya disebut-sebut KPK karena tersangkut kasus korupsi.

“Karena tahun politik bisa destruktif buat Partai Golkar. Ini harus dapat pengawalan ketat dari semua elemen Partai Golkar,” katanya kepada wartawan, Senin (19/3) lalu.

Bahkan, dengan penunjukan Mekeng, Almanzo memenilai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masih berpihak pada kader yang korup.

Padahal saat terpilih menempati jabatan tertinggi di partai berlambang pohon beringin itu menggantikan Setya Novanto, Airlangga menjanjikan Partai Golkar yang bersih.

“Terkait persoalan Ketua Fraksi Partai Golkar yang kami kritisi  Airlangga  memberikan peluang bagi pelaku korupsi pada posisi penting. Mekeng beberapa kali disebut KPK [terlibat kasus korupsi]. KPK tidak akan melepaskan begitu saja orang bermasalah,” ujarnya.

Dia pun menyayangkan, banyaknya kader Partai Golkar yang bersih namun tidak diposisikan pada jabatan strategis.FUZ*

Komentar
Loading...