Ketahuan Ikut Kampanye, Kades Bisa Diberhentikan

BOGOR, kabar1.com – Temuan Panwaslu Kabupaten Bogor terkait adanya sejumlah oknum Kepala Desa (Kades-red) yang terlibat dalam kampanye Pilkada disikapi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor.

Leading sektor yang menaungi para inohong ditingkat wilayah ini, siap memberikan sanksi tegas kepada para kepala desa (kades) yang terbukti ikut kampanye dan mendukung salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 ini.

Baca juga :  Ada Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Pasar Cibinong

Ancaman pemberhentian pun siap menjadi kado istimewa bagi para kades yang menyalahi aturan. Hal tersebut dikatakan langsung Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Deni Ardiana.

Deni mengatakan, sebelum sanksi diberikan, pihaknya melakukan kajian ke lapangan terlebih dahulu untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan oleh kades. “Ada tahapan mekanismenya. Pertama kita lakukan teguran berupa lisan dan tulisan. Itu berjalan sampai pada tahap ketiga teguran. Jika masih tak diindahkan, maka sanksi pemberhentian diberikan,” tegas Deni.

Baca juga :  Pelanggaran Kampanye, Beddy: Segera Ditindak!

Menurut Deni, sanksi pemberhentian itu berdasarkan daripada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2015 tentang Desa. “Tentu ada sanksi tegas yang diberikan pemda kepada kades yang membandel. Dan itu juga tercantun dalam perda desa di Kabupaten Bogor,” kata Deni.

Baca juga :  Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Bogor Masuk Penjara

Untuk mendukung aturan yang ada, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sedang membuat surat pantauan yang akan diserbakan ke 40 kecamatan. “Saat ini suratnya sedang dibikin dari Sekda untuk kecematan. Karena tidak mungkin jika Pemkab Bogor langsung mengawasi semua desa,” tutur Deni. FUZ






Pos terkait