Keroyok Tahanan hingga Tewas,  Polres Subang Ungkap 13 Pelaku

  • Bagikan

SUBANG, kabar1.com – Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni didampingi Kasatreskrim, AKP M Ilyas Rustiandi mendadak menggelar ekpose di Mapolres Subang, Senin (16/7/2018) sore. Hal ini terkait keterlibatan 13 tahanan Mapolres Subang yang melakukan pengoroyokan terhadap tahanan lainnya.

 

Akibatnya korban yang merupakan tersangka tipu gelap harus dirawat dan meninggal dunia di rumah sakit.

 

“Kejadiannya sudah sebulan lalu, tepatnya di bulan Juni dan belakangan heboh di media sosial baik Facebook maupun instagram. Sebenernya kita tidak tinggal diam dan terus melakukan penyelidikan hingga menetapkan ke 13 tahanan menjadi tersangka kekerasan bersama-sama sebagaimana yang diatur dalam KUHAP pasal 170 dengan ancaman di atas 5 tahun,“ jelasnya.

Baca juga :  Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak di Bogor

 

Peristiwa Korban dianiaya berlangsung saat petugas jaga sedang istirahat. Hal ini berawal dari tindak pemerasan salah seorang tahanan lainnya berinisial A.

 

Tersangka A yang dianggap orang dituakan di tahanan meminta sejumlah uang kepada Ade Diding. Namun karena tidak memenuhi permintaan itu, Ade mendapat tindak kekerasan belasan tahanan lainnya.

Baca juga :  Soal Tahanan Tewas, Begini Jawaban Polisi 

 

“Ada tindakan pemerasan dan kekerasan terhadap korban ini. Dia diminta sejumlah uang, tapi tidak bisa dipenuhi. Akhirnya dikeroyok oleh tahanan lainnya,” jelas Kapolres.

 

Tidak hanya 13 pelaku pengeroyokan yang akhirnya mengakibatkan tewasnya penghuni tahanan lainnya, Polisi juga memeriksa dua orang penjaga tahanan karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas dan masih diproses di Propam.

 

Sebagai bentuk empati terhadap keluarga korban,  Pihak polres Subang pun memberikan santunan pendidikan bagi anak korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga :  Aksi Curanmor Kian Marak, Aparat Kepolisian Kian Optimalkan Operasi Jaran

 

Istri korban, Acu Kartini mengapreisasi aksi cepat dari pihak kepolisian dan berharap menindak tegas terhadap 13 orang yang mengakibatkan suaminya meninggal.

 

Terkait pemosting pertama di social media belum diketahui jelas. Hanya didalamnya berisi curhatan istri korban yang dialami suaminya sebagai tahanan dalam kasus penipuan hingga meninggal dunia. Di dalam  postingan itupun disebutkan, kalau suaminya menjadi korban pengeroyokan belasan orang karena tidak memenuhi permintaan uang Rp 6 juta.






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *