Home / Pembangunan / Pemerintahan

Kamis, 14 Februari 2019 - 21:36 WIB

Kemenko Kemaritiman Gelar Lokakarya Penguatan Koordinasi Penegakan Hukum di DAS Citarum

BANDUNG, kabar1.com – Kemenko Kemaritiman Republik Indonesia menggelar Lokakarya Penguatan Koordinasi Penegakan Hukum di DAS Citarum, di El Royale Hotel, Jalan Merdeka, Bandung, Kamis (14/2/19).

Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini adalah bagian dari upaya dalam rangka percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018.

“Untuk itu perlu diambil langkah-langkah strategis dalam penegakan hukum yang mengintegrasikan kewenangan antar lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan terkait,” ujar Dr. Tubagus Haeru Rahayu, selaku Sekretaris Pengarah (Asisten Deputi Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim).

Baca juga :  Walikota Akan Perjuangkan Pembangunan Musala An-Naba PWI Lewat APBD

Tb. Haeru Rahayu menyampaikan bahwa, kegiatan ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari workshop awal tahun ini, “banyak akselerasi positif yang sudah dilakukan dilapangan, tetapi nampaknya kami melihat koordinasi di bidang penegakan hukum ini masih jauh dari yang kita harapkan,” ujarnya.

Kemenko Kemaritiman, kata Tb Haeru, hanya sebagai dewan pengarah bukan sebagai pelaku teknis, “sekarang kan sudah ada Dansatgas yakni gubernur, kalo tahun lalu kita (Kemenko Maritim) masih banyak masuk ke teknis, kenapa?, karena waktu itu kan gubernur sebelumnya sudah dipenghujung jadi gak berani bikin kebijakan, lalu penggantinya Plt hanya dua atau tiga bulan menjabat,” tuturnya.

Baca juga :  2018, UMK Kota Bogor Jadi Rp 3.557.146

“Kalo sekarang sudah (gubernur) definitif, pak menko bilang kita kasih kesempatan pak RK (Ridwan Kamil-red) untuk melakukan satu inovasi dan kerja konkrit di lapangan,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan, media juga tolong dorong juga Dansatgas, “contoh umpama, masih belum ada rencana aksi, padahal itu amanat, bagaimana nanti kementerian dan lembaga yang ada sembilan belas itu bisa berkontribusi kalo panduan dan pedoman rujukannya belum ada,” kata Tb Rahayu.

Tetapi, lanjut Tb Haeru, kami akan cukup optimis, Dansatgas menyampaikan kepada kami untuk diberikan kesempatan, apa yang akan lakukan, dengan menata ulang, salahsatunya Dansatgas akan membuat citarum expo pada 19-20 Februari, disitulah akan dijadikan entry point untuk menata ulang program kegiatan.

Baca juga :  Mulai Agustus Pabrik Masih Bandel, Deputi IV Kemenko Kemaritiman : Pasti Kita Tindak, Orang Pikir Kita Main-Main Selama Ini

“Makanya kami masih positif thinking-lah dengan memberi kesempatan, disitu (Citarum Expo) nanti akan ada program yang oke akan ditandai untuk dilanjutkan, yang tidak oke kita akan tanya, yang belum oke kita coba (perbaikan), kemudian ada (program) yang baru mau datang ya silahkan, ini nanti akan dijadikan dasarnya oleh Dansatgas,” harapnya.

“Jadi mohon temen temen media hadir disana (Citarum Expo), doronglah Dansatgas, bukan hanya euforia-nya saja tetapi gagasan konkrit nya harus ada supaya jadi pedoman,” pungkasnya

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Nasional

Hebat, Pemerintah Memanage DPR, Media dan Publik

Hukum Kriminal

Ada Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Pasar Cibinong

Daerah

Rico KNPI Anggap Walikota Bogor Pahlawan Kesiangan

Pemerintahan

Sengkarut Minimarket, Bikin Perda Hanya Jadi Macan Ompong