Home / Hukum Kriminal

Senin, 3 September 2018 - 20:02 WIB

Kejari Bogor Sita Sejumlah Emas Batangan

BOGOR, kabar1.com – Kejaksaan Negeri Kota Bogor resmi melimpahkan penahanan tersangka Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) ke LP Paledang, Senin (3/9/2018). Dirum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) PD-PPJ yang dialih fungsikan menjadi dana deposito di Bank Muamalat.

Pantauan dilapangan, menggunakan rompi berwarna orange, Dirum digiring dari kantor Kejari memasuki mobil tahanan yang melaju ke LP Paledang. Sesampainya di LP Paledang, tersangka akan menempati ruang Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling).

Kasi Intel Kejari Kota Bogor, Widiyanto Nugroho mengatakan, Kejari menetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana PMP PD-PPJ yang di depositokan di Bank Muamalat Cabang Tajur sebesar Rp15 Miliar.

Baca juga :  BNN Telusuri Penyebaran PCC di Kota Santri

“Hari ini kami memanggil sebagai saksi, dan setelah  dilakukan gelar perkara dan expose, status saksi ditetapkan sebagai tersangka. Inisialnya DSH yang menjabat sebagai Dirum di PD-PPJ,” kata Widiyanto, kemarin.

Dalam penanganan kasus korupsi itu, Kejari telah mengamankan barang bukti diantaranya, bukti fisik logam mulia seberat 605 gram, namun yang baru dikembalikan dan diserahkan ke penyidik hanya sebsar 550 gram. Ukuram logam mulia yang diserahkan dengan kesadaran sendiri berukuran 100 gram, 30 gram dan 25 gram.

“Kami masih mencari sisa logam mulia yang belum diserahkan. Logam mulia ini salah satu bukti kejahatan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka,” tegasnya.

Baca juga :  Memalukan, Usaha Ritel Milik Chairul Tanjung Ini Ilegal

Tim penyidik mengusulkan ditetapkan sebagai tersangka karena tahun 2015 bulan juli tersangka mendepositokan uang Rp 15 miliar ke Bank Muamalat dan hasil deposito ini tersangka memperoleh uang yang dipecah menjadi dua. Dari hasil bunga yang dipecah itu diantaranya menjadi uang dan menjadi logam mulia. Untuk yang menjadi uang telah disetorkan ke kas PD-PPJ, sedangkan yang digunakan bisnis logam mulia ini masuk kantong ke pribadi.

“Dalam bentuk uang  yang disetor ke PD Pasar sampai saat ini belum dihitung dan dalam bentuk logam mulia sebesar 605 gram. Kalau disetarakan uang logam mulai sebesar Rp312 juta,” jelasnya.

Baca juga :  Irjen Pol Agung Budi Maryoto Tegaskan Netralitas Polri dan TNI Pilkada Jawa Barat

Widi menambahkan, uang hasil dari bisnis logam mulia itu dipergunakan dan dinikmati sendiri oleh tersangka. Terkait penyerataan modal seharusnya untuk revitalisasi pasar saja, namun oleh tersangka di depositokan dengan jangka waktu setiap tiga bulan sekali.

“Pasal yang diterapkan diantaranya pasal 2 ayat 1 undang undang tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Tersangka ditahan selama 30 hari kedepan di rutan Paledang. Untik potensi tersangka lain masih di dalami dan belum adanya means rea dari pihak lain,” tandasnya.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Hukum Kriminal

Kedapatan Bawa Sabu, Bea Cukai Bekuk Warga Vietnam

Hukum Kriminal

Cari Residivis, Polsek Parung Panjang Gunakan GPS
Perempuan dalam Pengaruh Narkoba, Bawa Sabu ke Rutan

Hukum Kriminal

Perempuan dalam Pengaruh Narkoba, Bawa Sabu ke Rutan

Hukum Kriminal

5.107 Botol Miras Diamankan Polisi