Kapolda Jabar Sebut TSI Penyebab Kemacetan Puncak

BOGOR, kabar1.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto meminta TSI untuk menggunakan tiket online dan meninggalkan cara pembayaran manual di loket pembayaran. Kapolda menilai, banyaknya lokasi wisata di wilayah Puncak menjadi faktor penyebab kemacetan di jalur tersebut, salah satunya Taman Safari Indonesia (TSI) di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua.

Kapolda yang memantau langsung arus lalulintas di kawasan Puncak beberapa hari lalu menemukan beberapa titik penyebab kemacetan, salah satunya cara pembayaran loket masuk di TSI. Akibat pembayaran masih dilakukan secara manual menyebabkan antrian hingga kejalan raya Puncak.

Baca juga :  Pekerja Proyek Jembatan Leuwiranji Dibiarkan Bekerja Tanpa Pengaman

“Itu kan jadi tidak efektif. Antrian jadi panjang dan lama. Kalau memang mau manual ya di tambah petugasnya di depan, sehingga saat masuk tinggal membayar sejumlah uang yang di hitung petugas di depan. Itu dalam jangka pendek” ujar Kapolda Irjen Pol Agung Budi Maryoto kepada wartawan.

Bahkan, akibat sistem pembayaran di loket TSI yang masih manual, Presiden Jokowi pun harus rela mengantri untuk bisa masuk ke salah satu tempat wisata terbesar di jalan raya Puncak itu. “Bapak Presiden pun harus mengantri panjang saat berlibur ke TSI, Minggu (24/12),” ungkapnya.

Baca juga :  Macet Cilebut Bikin Ruwet dan Mumet

Sistem pembayaran online, kata dia, selain TSI memanfaatkan teknologi, TSI pun bisa menguran antrian panjang yang kerap terjadi, “Kalau beli tiket online, pengunjung tinggal menempelkan barcodenya di pintu masuk, kan itu lebih efektip,” bebernya.

Sementara, dengan pembayaran manual, tentunya waktu yang digunakan akan panjang, dari mulai menghitung jumlah pengunjung yang ada di dalam kendaran, ditambah harus mengembalikan uang kembalian, “Karena saya yakin tidak semua pengunjung membayar dengan uang pas,” terangnya.
Lebih jauh Agung membandingkan dengan  Lembaga pemerintahan. Saat ini lembaga pemerintah sudah banyak yang memanfaatkan teknologi. ” Pemerintah saja sudah mulai dengan menggunakan IT, Swasta juga harus mengikuti. Supaya pelayanan masyarakat lebih cepat dan efektif. Saya sarankan TSI juga melakukan yang sama,” pungkasnya.

Baca juga :  Ini Faktor Kemacetan di Bocimi

Sementara itu, Humas Taman Safari Indonesia (TSI), Yulius belum bisa memberikan jawaban terkait himbauan Kapolda Jabar tersebut, karena ramainya kunjungan kelokasi wisata tersebut.FUZ






Pos terkait