Kang Ewo : Politik Jangan Korbankan Tali Silaturahmi

Home / Politik

Rabu, 8 November 2017 - 15:54 WIB

BOGOR, kabar1.com – Saat nuansa politik menghangat jelang pemilihan kepala daerah (pilkada), semua perhatian tertuju pada kontestasi dan konstalasi politik yang bermuara pada perebutan sebuah kekuasaan.

Dampaknya, kecenderungan dalam mencari simpati dan kemenangan, seringkali membuat ketegangan antara warga. Padahal, dalam pengertian dan makna ilmu politik yang sangat luas, momentum pilkada bisa digunakan dalam membangun sebuah kebersamaan dan keleluargaan tanpa harus saling menjatuhkan. Demikian diungkapkan Ketua Paguyuban Laskar Wayang Sejati (Lawas) Agus Maulana kepada awak media ini, Rabu (8/11/2017).

Baca juga :  PKS Tak Akan Koalisi dengan Jokowi

Menurut pria yang akrab disapa Kang Ewo ini, konstalasi dan kompetisi politik seharusnya jangan sampai mengorbankan tali silaturahmi, melupakan kultur dan budaya persaudaraan serta ikatan persatuan dan kesatuan antara warga.

Dia mengaku merasa miris saat melihat adanya fakta keretakan hubungan yang hanya disebabkan perbedaan pandangan dan pilihan politik.

Baca juga :  Parung Panjang Gak Akan Pilih Dedy Mizwar Jadi Gubernur Jawa Barat

“Sudah saatnya kita semua merubah paradigma, bahwa politik itu adalah kegiatan positif dalam demokrasi. Jadi tetap harus dilakukan secara berakhlaq, beradab dan berbudaya,” jelasnya.

Ewo menambahkan, sesuai tujuan visi dan misi serta arahan dari Babeh Amsar selaku pendiri dan Ketua Umum Paguyuban Lawas, hendaknya setiap anggota dan umumnya warga negara, lebih mengedepankan perilaku silih asah, silih asih dan silih asuh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca juga :  Jelang Pemilu Legislatif 2019 Partai Garuda Siap Berhelat di Lebak

Menurutnya, semangat persaudaraan harus tetap dirawat oleh siapapun. Bukan hanya ditekankan ke lapisan masyarakat tetapi juga harus dilakukan oleh tokoh masyarakat juga para pemimpin yang akan maju dalam ajang pilkada.

“Jadi semua orang bisa bebas dan lepas dalam berpandangan dan melakukan pilihan politik. Termasuk di dalamnya berpolitik dalam menjaga dan membangun budaya.” tuturnya. (RIE)