Kadisdik Akan Buka Bulan Bahasa 2017

BOGOR, kabar1.com – Gebyar Bulan Bahasa 2017 MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Bogor akan diawali dengan kegiatan Pelatihan Menulis Buku pada Sabtu, 21 Oktober 2017 di Aula SMP Citra Nusa Cibinong. Pelatihan akan dimulai pukul 07.00 dengan daftar ulang peserta. Pukul 08.00 mulai acara pembukaan.

Kepala Dinas Pendidikan, H. Tb. Luthfi Syam telah menyatakan kesediaannya untuk meresmikan kegiatan tersebut. Setelah kemarin (18/10) Pengurus dan Panitia Bulan Bahasa mengunjungi kediaman Kadisdik.

“Insya Allah, saya akan menghadiri kegiatan tersebut. Saya sangat mendukung inovasi dan kreativitas para guru. Dan, memang guru harus menjadi garda terdepan untuk memajukan bangsa dan negara ini, khususnya di kabupaten Bogor yang wilayah dan penduduknya terluas dan terpadat. Kita harus mampu menjadi penyangga ibu kota,” ungkap Kadisdik di hadapan panitia Bulan Bahasa.

Panitia menginformasikan kepada Kadisdik, hingga Rabu (18/10/2017) peserta yang mendaftar masih minim. Itu pun masih banyak dari luar anggota MGMP Bahasa Indonesia. Panitia sangat berharap para anggota ikut berpartisipasi menyukseskan Gebyar Bulan Bahasa 2017. Hal itu sebagai salah satu bentuk kepedulian anggota kepada bahasa Indonesia beserta MGMP yang menjadi wadah untuk menimba ilmu.

Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi dan persatuan bukan tanpa perjuangan yang sangat berat. Para pahlawan yang mengikhtiarkan bahasa Indonesia untuk membumi di negeri ini sangat tidak mudah. Mereka harus berhadapan dengan kolonial Belanda dan Jepang. Sebab, bahasa Indonesia sangat strategis untuk koordinasi dalam menggapai kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Saat ini kita tinggal menggunakannya dengan baik dan bangga. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memperingati dan mengenang perjuangan para pahlawan dalam mendeklarasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang termaktub dalam Soempah Pemoeda, 28 Oktober 1928,” demikian ungkap Ketua Panitia, Adel Trisye.

Pelatihan Menulis dilaksanakan untuk menjawab tantangan profesionalisme guru. Guru bukan hanya pandai mengajar, tetapi juga terampil menulis. Tulisan akan menjadi ajang menyebarluaskan informasi dan ilmu pengetahuan yang sangat efektif dan efisien. “Penulis tidak harus bertatap muka. Tulisannya akan dibaca oleh siapapun, di mana pun dan kapan pun. Apalagi, sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia harus membuktikan diri dengan karya tulis. Sehingga siswa dan pihak lain akan lebih bangga dan termotivasi untuk menulis. Sebab, semua profesi menuntut pegawainya untuk terampil menulis,” papar Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Bogor, Èsèp M Zaini.*/GUNEMAN


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
64,958
+0 (24 Jam)
Meninggal
3,241
+0 (24 Jam)
Sembuh
29,919
46.06%
Reaktif
31,798
48.95%